Surabaya,(DOC) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis Jawa Timur semakin mengukuhkan diri sebagai magnet wisata selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur hingga 4 Januari 2026, pergerakan wisatawan selama libur Nataru tahun ini di perkirakan mencapai 19.882.730 pergerakan.
“Alhamdulillah, Jawa Timur tetap menjadi magnet wisatawan selama libur Nataru, bahkan jumlahnya terus meningkat,” ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (6/1).
Data Disbudpar Jatim mencatat, hingga 4 Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Jawa Timur mencapai 10.004.117 orang. Dari total tersebut, wisatawan mancanegara (wisman) tercatat sebanyak 26.035 orang, sementara wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 9.979.142 orang.
Khofifah menilai kenaikan kunjungan wisman menunjukkan tren positif yang di dukung oleh konektivitas infrastruktur yang semakin optimal, khususnya jaringan jalan tol.
“Akses Surabaya ke Pantai Boom Banyuwangi atau kawasan Ijen kini bisa di tempuh sekitar lima jam melalui tol. Sementara menuju Malang Raya hanya sekitar satu hingga satu setengah jam,” jelasnya.
Selama libur Nataru 2025/2026, sejumlah destinasi wisata tercatat menjadi favorit wisatawan. Untuk wisatawan mancanegara, lima destinasi teratas antara lain Air Terjun Tumpak Sewu Semeru, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Teras Semeru, Taman Nasional Baluran, dan Florawisata San Terra.
Sementara itu, wisatawan nusantara lebih banyak mengunjungi destinasi wisata keluarga dan ikon daerah, seperti Kebun Binatang Surabaya, Telaga Sarangan, Dewi Mejono atau Gronjong Wariti, Desa Wisata Sidomulyo, serta Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).
Objek Wisata Alam
Selain objek wisata buatan, kawasan wisata alam seperti Gunung Bromo, Kawah Ijen, pantai-pantai unggulan, serta taman nasional tetap menjadi tujuan utama selama libur panjang.
Gubernur Khofifah mengapresiasi peran bupati dan wali kota di Jawa Timur yang terus melakukan penataan kawasan wisata sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman.
Ke depan, Pemprov Jawa Timur berkomitmen memperkuat promosi wisata, khususnya untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki kekayaan lanskap pegunungan yang tidak kalah dengan destinasi internasional.
“Gunung Bromo dan Ijen adalah dua pesona alam yang menjadi tujuan utama wisman maupun wisnus,” tegasnya.
Selain promosi destinasi, Pemprov Jatim juga akan terus bersinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) se-Jawa Timur untuk mengemas paket wisata yang terintegrasi.
“Kita akan terus mempromosikan destinasi wisata dan mengolaborasikannya dengan sektor perhotelan dan restoran agar dampaknya semakin luas bagi perekonomian daerah,” pungkasnya. (r6)





