Surabaya,(DOC) – Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina kembali ditegaskan oleh DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya. Sikap ini dinilai sebagai bagian dari amanat sejarah dan warisan perjuangan Bung Karno yang tak boleh dilupakan.
Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat, menyampaikan bahwa dukungan PDIP ke Palestina telah menjadi bagian dari semangat perjuangan bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan.
“Dalam Pembukaan UUD 1945 di sebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan penjajahan di atas dunia harus di hapuskan. Ini prinsip yang di pegang teguh oleh Bung Karno,” tegas Achmad, Jumat(19/4/2025).
Ia menambahkan, Indonesia secara resmi tidak pernah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Bahkan, pada saat Israel mendeklarasikan kemerdekaannya pada 14 Mei 1948, Bung Karno secara tegas memerintahkan agar Indonesia tidak mengakui Israel sebagai negara.
“Keputusan Bung Karno lahir dari pemahaman mendalam terhadap penderitaan bangsa-bangsa yang belum merdeka, termasuk Palestina. Ini tercermin jelas, salah satunya dalam sikap menolak Timnas Indonesia bertanding melawan Israel,” lanjutnya.
Achmad menekankan bahwa semangat anti-penjajahan harus terus di kobarkan, terlebih di tengah situasi politik global yang semakin kompleks. Menurutnya, perjuangan untuk Palestina bukan sekadar soal diplomasi, melainkan soal solidaritas kemanusiaan dan keadilan universal.
“Ini adalah Amanat Sang Penyambung Lidah Rakyat. Kita semua punya tanggung jawab untuk terus menyuarakan kemerdekaan dan hak-hak dasar bagi seluruh bangsa,” ujarnya.
PDI Perjuangan Surabaya juga menyoroti pentingnya semangat Dasasila Bandung—yang lahir dari Konferensi Asia Afrika 70 tahun lalu—sebagai landasan dalam bersikap terhadap isu penjajahan. Dengan semangat solidaritas Asia-Afrika, Indonesia terus menegaskan sikap tegas menolak segala bentuk penjajahan hingga saat ini.(rob/r7)





