D-ONENEWS.COM

Pelecehan Seksual Siswi di Kota Batu

Batu, (DOC) – Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia  melaporkan kasus kejahatan seksual yang dilakukan seorang founder yayasan pendidikan di kota Batu, Malang terhadap lima belas siswinya. Tak tanggung termyata kejahatan seksual ini sudah dilakukan pelaku berulang kali sejak 2009 hingga 2020.

Aris Merdeka Sirait Ketua Komnas Perlindungan Anak mengatakan bahwa kasus ini cukup menyedihkan bagi tim Komnas karena sebuah lembaga Pendidikan yang begitu dikagumi masyarakat terutama dalam kota Batu, Malang. “Ternyata sekolah yang berinisial SPI menjadi sumber malapetaka bagi peserta didik yang bersekolah disana, ternyata juga tersimpan kasus-kasus kejahatan seksual yang dilakukan oleh pemilik setelah bertahun-tahun lamanya,” ujarnya, Senin (31/05/2021).

Ia mengaku mengenal pelaku yang berinisial J E ini hingga membuatnya terkejut akan perbuatannya. Kejahatan yang dilakukan termasuk kejahatan luar biasa baginya, karena siswa sudah termasuk dewasa masi mendapat perlakukan tidak beradab. “Apalagi ia melakukan kejahatan ini dilokasi yang dimana siswa dididik untuk berkompeten, berprestasi, berkarakter tetapi ia mengotori dengan melakukan kejahatan dan mmebuat mereka dalam situasi menyedihkan. Bukan hanya itu, tetapi juga dilakukan saat mereka kunjungan ke luar negeri,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa laporan yang kami telah konfirmasi selain kejahatan seksual, tetapi juga kejahatan fisik seperti memukul, menendang, memaki, serta kekerasan lainnya. “Apalagi ia juga melakukan kekerasan ekonomi dimana mereka melakukan pembelajaran diatas jam kerja agar mendapat upah yang lebih dari para wali murid tetapi hasil yang didapat peserta didik tidak untung,” jelasnya.

Sementara itu, Kombes Pol Gatot Repli Handoko Kabid Humas Polda Jatim mengatakan bahwa Polda mendapat laporan pada hari Rabu, (29/05/2021) dari tiga orang pelopor yang sudah didampingi oleh Komnas Perlindungan anak terakit pelecehan seksual, pencabulan, kekerasan yang dilakukan oleh saudara berinisial J E. “Tindakan yang akan kami lakukan ialah membentuk tim dan melakukan pemeriksaan dalam minggu ini yang juga akan dibantu oleh pihak Komnas Perlindungan Anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa akan juga melakukan analisis terkait dugaan pelaku serta mendatangi para korban untuk kita urus selanjutnya. Masalah bukti masih ada ditangan pelapor dan kami akan mendalami terkait bukti dengan Komnas. “Kami akan menindaklanjuti secara professional,” jelasnya. (Hadi/Fr)

Loading...