Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/1001/436.7.2/2026 tentang Kewaspadaan Dini terhadap Penyakit Super Flu. Kebijakan ini di terbitkan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi penyebaran virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K, sekaligus untuk memperkuat kesiapsiagaan tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan bahwa surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tertanggal 7 Januari 2026. Selain itu, Pemkot Surabaya juga mencermati perkembangan epidemiologi nasional hingga akhir Desember 2025 yang mencatat 62 kasus influenza di delapan provinsi, dengan konsentrasi tertinggi berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
“Super flu ini di sebabkan oleh virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang tingkat penularannya lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala klinis lebih berat di bandingkan influenza musiman. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci,” ujar Lilik Arijanto, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, gejala klinis umumnya muncul secara mendadak, antara lain demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, nyeri otot dan sendi hebat, tubuh terasa sangat lemas, sakit kepala berat, serta gangguan pernapasan seperti nyeri tenggorokan dan batuk kering yang berkepanjangan.
Menurutnya, penularan virus dapat terjadi melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, kontak langsung seperti berjabat tangan, maupun kontak tidak langsung melalui permukaan benda yang terkontaminasi. “Interaksi sehari-hari yang tampak sederhana bisa menjadi jalur penularan jika kewaspadaan di abaikan,” imbuhnya.
Tidak Perlu Panik
Meski demikian, Pemkot Surabaya menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di berbagai lingkungan.
“Penggunaan masker di area kerumunan, etika batuk dan bersin, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah sederhana namun efektif,” jelas Lilik.
Selain itu, masyarakat di imbau menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, istirahat cukup, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan. Warga juga di minta menghindari kontak erat dengan individu yang menunjukkan gejala influenza.
“Apabila mengalami gejala influenza, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan hindari pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan,” tegasnya.
Untuk memastikan sosialisasi berjalan optimal, Pemkot Surabaya menginstruksikan seluruh kepala OPD, camat, dan lurah agar melakukan edukasi kewaspadaan di wilayah masing-masing. Sosialisasi melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, RT/RW, serta Kader Surabaya Hebat (KSH), sekaligus memantau kondisi kesehatan warga secara berkelanjutan.
“Dengan langkah terpadu ini, kami berharap masyarakat tetap tenang, waspada, dan bersama-sama menjaga kesehatan Kota Pahlawan dari ancaman super flu,” pungkasnya. (r6)





