
Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) bergerak cepat menangani genangan di kawasan Osowilangun yang dipicu oleh tingginya curah hujan serta fenomena banjir rob. Kepala DSDABM Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa penanganan di wilayah ini memerlukan koordinasi lintas instansi dengan pemerintah pusat karena keterkaitannya dengan jaringan sungai besar seperti Sungai Kalianak dan Sungai Kandangan.
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Eri Cahyadi, seluruh jajaran dinas telah mengoptimalkan operasional rumah pompa di wilayah Balong I, Balong II, dan Kandangan sejak pagi hingga malam hari secara bergantian. Para petugas disiagakan dalam sistem tiga shift selama 24 jam penuh untuk memantau kondisi lapangan, memastikan kelancaran aliran air dari sampah, serta menjaga kesiapan sarana pendukung lainnya.
Hidayat juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran agar drainase berfungsi maksimal, terutama saat cuaca ekstrem. Berdasarkan data BMKG Juanda, warga pesisir Surabaya diimbau waspada terhadap potensi pasang maksimum air laut hingga 20 Februari 2026, serta ancaman cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang hingga 21 Februari mendatang.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pemkot Surabaya terus menjalankan program strategis mulai dari penambahan rumah pompa hingga pengerukan sungai secara berkala. Bagi masyarakat yang menghadapi kondisi darurat, layanan bantuan telah tersedia melalui nomor tunggal 112 atau via WhatsApp di 081-131-112-112. (r6)





