Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota Surabaya mewisuda 824 peserta program Kelas Remaja dan Orang Tua Tangguh, Kreatif dan Mandiri (Kemangi) 2025 di Convention Hall Arief Rahman Hakim, Kamis (7/5/2026).
Program tersebut menjadi langkah preventif Pemkot Surabaya untuk mencegah kenakalan remaja, seperti tawuran dan geng motor, melalui penguatan komunikasi keluarga dan peran orang tua.
Sebanyak 824 peserta yang diwisuda terdiri dari orang tua dan anak dari 31 kecamatan di Surabaya. Seluruh peserta telah mengikuti sedikitnya tujuh kali pertemuan intensif sepanjang 2025.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pentingnya peran orang tua sebagai tempat bercerita bagi anak remaja.
Menurutnya, orang tua harus mampu menciptakan komunikasi yang terbuka agar anak tidak mencari jawaban dari lingkungan yang salah.
“Jangan biarkan anak-anak remaja ini bertanya pada orang yang tidak tepat. Orang tua harus memberikan peluang dan ruang bagi anak untuk bicara,” ujar Eri.
Kedekatan Orang Tua dan Anak Jadi Kunci
Dalam kesempatan itu, Eri juga membagikan pengalamannya menjaga kedekatan dengan anak di tengah kesibukan bekerja sebagai pegawai negeri.
Ia mengaku sering mengajak istri dan kedua anaknya berkeliling menggunakan sepeda motor untuk membangun komunikasi keluarga.
“Sekarang anak perempuan saya sudah kuliah semester 6, tapi tidak malu untuk bercerita. Itu karena komunikasi tidak pernah putus,” katanya.
Eri menargetkan program Sekolah Kemangi dapat menjangkau seluruh orang tua yang memiliki anak remaja di setiap RW Surabaya.
Menurutnya, masa remaja menjadi fase paling rawan munculnya jarak komunikasi antara anak dan orang tua.
“Target kami semua orang tua yang memiliki anak remaja mengikuti kelas Kemangi,” terangnya.
Pemkot Siap Lakukan Pendekatan Personal
Eri juga memastikan Pemkot Surabaya akan melakukan pendekatan personal kepada remaja yang menolak mengikuti program tersebut.
Ia bahkan berencana mendatangi langsung rumah anak-anak yang membutuhkan pendampingan agar mereka tetap mendapatkan pembinaan.
“Kami yakin penanganan masalah remaja harus dimulai dari akarnya, yaitu memperbaiki hubungan emosional antara anak dan orang tua,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani, mengatakan program Kemangi merupakan pengembangan dari Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).
Jika SOTH menyasar orang tua balita, Kemangi difokuskan bagi orang tua dengan anak usia remaja atau generasi Z.
“Anak-anak boleh menyampaikan pendapat saat sedang tidak baik-baik saja, dan orang tua harus menjadi pendengar yang baik,” pesan Rini.
Ke depan, Pemkot Surabaya menargetkan program Kemangi menjangkau 153 kelurahan dan 1.360 RW di seluruh Surabaya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot juga akan menggandeng perguruan tinggi melalui program mahasiswa untuk membantu edukasi masyarakat.(r7)





