D-ONENEWS.COM

Pemkot Tak Fokus Soal Izin Pemasangan Blok Rel

foto : Block Rail A Yani Depan RSI Wonokromo

Surabaya,(DOC) – Molornya pemasangan block rail di jalan Ahmad Yani depan Rumah Sakit Islam(RSI) Wonokromo, bukan soal perizinan dari pihak PT Kereta Api Indonesia(KAI).

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bagian Humas PT KAI daerah operasional (Daops) VIII Surabaya, Gatut Sutijatmiko.

Menurut Gatut, tidaklah mungkin PT KAI mempersulit proses pengerjaan pemasangan block rail, karena matrial block rail punya PT KAI yang bekas digunakan.

“KAI tidak pernah melarang. Dipersilahkan, kalau dipersulit tidaklah mungkin. Bahan block rail berupa rel bekas itu kan dari KAI. Sifatnya berupa pinjam pakai untuk dipasang di sana(Perlintasan KA depan RSI Wonokromo,red),” ungkapnya saat dikonfirmasi media melalui selulernya, Selasa(6/11/2018). 

Ia menengarai adanya miss komunikasi antara PT KAI dengan Pemkot Surabaya (Dinas PU Bina Marga dan Pematusan) soal pemasangan block rail tersebut.

Gatut menjelaskan, pengerjaan proyek rel KA memang dilarang saat moment angkutan lebaran, natal dan tahun baru.

“Lho sekaran kok dibilang tidak di beri ijin, gimana sih. Kita memang melarang kegiatan proyek mulai tanggal 20 Desember 2018 sampai tanggal 6 Januari 2019 karena ada Natal dan Tahun Baru,” tandasnya.

Dalam pemasangan block rail itu, kontraktor pelaksana dari Pemkot Surabaya memang diminta koordinasi agar tidak berbenturan dengan hari besar.

Nanti saat pengerjaan, lanjut Gatut, pihak KAI ikut mengawasinya lantaran ada batasan waktu pengerjaan.

“Nah itu dari kami, permasalahannya bukan di KAI nunggu izin. Memang Pemkotnya sendiri. Enggak ada larangan tapi minimal KAI diajak koordinasi,” imbuhnya.

Pihaknya mengakui, apabila pemasangan block rail KA didepan RSI Wonokromo di batas waktu hanya 2 jam sehari. Hal ini merupakan ketentuan prosedur KAI yang menyesuaikan jam-jam kosong terhadap jadwal perjalanan KA.

“Hanya 2 jam, itu window time. Ada waktu tertentu yang diperbolehkan. Memang tak bisa semaunya. Nanti dalam sehari ditentukan pengerjaannya jam berapa sampai jam berapa,” papar Gatut.

Ia berharap memang ada koordinasi antara Pemkot Surabaya dan PT KAI daops VIII untuk mengerjakan proyek itu. 

Menurut Gatut, Pemkot bisa mengirim jadwal pengerjaan dan PT KAI yang menentukan jam-jam nya menyesuaikan waktu yang longgar.

“Namun sejauh ini belum ada. Maksutnya, dari Pemkot mengirimkan surat ke kami(PT KAI,red). Lalu kita akan kirimkan waktu longgar. Dengan surat itu, Pemkot bisa menindaklanjutinya untuk menyesuaikan jam pengerjaan itu. Jadi silahkan dikerjakan,” pungkasnya.(robby/r7)

Loading...

baca juga