Surabaya (DOC) – Rombongan dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Surabaya, Sabtu (16/1/2021). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat program pemberdayaan sosial yang ada di Kemensos. Terutama sistem pelayanan publik berbasis elektronik yang sudah diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Rombongan yang dipimpin langsung Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini tersebut, mengunjungi beberapa kantor pelayanan publik yang ada di Kota Surabaya. Selain Mensos, Direktur Jenderal (Dirjen) Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat dan Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial, Edi Suharto, juga hadir bersama masing-masing jajarannya dalam kunjungan kali ini.
Sejak pukul 09.00 WIB, rombongan meninjau langsung beberapa lokasi pelayanan publik. Mulai dari layanan administrasi kependudukan, Command Center 112, Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) dan Koridor Co-Working Space yang berada di Mal Pelayanan Publik Siola.
Selain itu, rombongan juga meninjau UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, Kampung Anak Negeri, Sentra UMKM Dolly hingga Taman Makam Pahlawan (TMP) Mayjend Sungkono Surabaya.
Mensos Risma mengatakan, usai meninjau kondisi gempa di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), hari ini ia langsung bertolak ke Surabaya. Kunjungan ke Kota Pahlawan ini untuk mengajak jajarannya belajar sistem pelayanan publik secara efisien berbasis elektronik untuk memperkuat program yang ada di Kemensos. “Saya ingin tunjukkan ke teman-teman bahwa kita (di Surabaya) semua sudah elektronik dan semua bisa dimonitor secara elektronik,” kata Mensos Risma di sela kunjungannya.
Menurut dia, sistem pelayanan publik berbasis elektronik yang sudah berjalan di Kota Surabaya bisa diadopsi di Kemensos. Sebab, dia mengakui, sistem yang saat ini berjalan di Kemensos belum semuanya berbasis elektronik. “Teman-teman saya kasih tahu, dulu semua (Saat menjadi Wali Kota Surabaya) elektronik. Sekarang aku (di Kemensos) masih menulis pakai pulpen lagi,” terangnya.
Mantan Wali Kota Surabaya ini menyatakan, bahwa kunjungan ke Kota Pahlawan ini tak mengganggu aktivitas penanganan bencana alam di Mamuju, Sulawesi Barat. Baik itu masalah pengiriman logistik bantuan maupun penanganan kepada para korban.
Meski begitu, ia mengaku, bahwa pengiriman bantuan logistik kepada korban bencana alam sempat mengalami kendala. Pasalnya, akses jalan dari Makasaar menuju lokasi di Mamuju sempat terputus karena longsor. “Alhamdulillah kita sudah mulai jalan (logistik). Karena kemarin sempat berputar dari Makassar ke Mamuju menambah 6 jam (karena akses jalan longsor). Tapi mudah-mudahan hari ini longsoran itu bia diangkat, sehingga Makassar ke mamuju bisa lebih cepat,” ungkap dia.
Sementara itu, terkait banjir di Kalimantan Selatan, Mensos Risma menyatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan mobilisasi bantuan ke sana. Bahkan, untuk mendukung rehabilitasi di sana, Mensos Risma juga mengerahkan Tagana (Taruna Siaga Bencana). “Ini sekarang kita lagi mobilisasi bangun ke sana. Tagana dikerahkan ada dari daerah sekitar kita kerahkan. Mereka yang tidak terdampak kita kerahkan di situ. Kita juga bawa Tagana dari Mamuju dari palu dan sebagainya,” pungkas dia. (r7)




