Lumajang,(DOC) – Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Malang (Polinema) Lumajang menggelar Opening Mentoring Keagamaan sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman kampus, Sabtu (20/9/2025). Sebanyak 206 mahasiswa baru(Maba) angkatan 2025 hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan diawali dengan tausiyah Ustadz Zainul Maarif, S.Pd.I, yang mengangkat tema “Nilai Keagamaan dalam Kehidupan Sosial”. Melalui tausiyah tersebut, mahasiswa diajak memahami pentingnya agama sebagai pedoman dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Ketua pelaksana, Muhammad Sahrul Hamid, S.T., M.T., menegaskan bahwa mentoring berperan penting dalam membentuk karakter mahasiswa. Ia menjelaskan, mahasiswa tidak hanya perlu unggul dalam akademik, tetapi juga harus kuat secara spiritual.
“Tujuan mentoring ini jelas, yakni memperkuat keimanan mahasiswa. Dengan iman yang kokoh, mereka bisa melindungi diri dari pengaruh negatif sekaligus menata hubungan sosial dengan baik,” ungkap Sahrul.
Dua Orientasi Utama: Hablum Minallah dan Hablum Minannas
Menurut Sahrul, mentoring kerohanian memiliki dua orientasi besar. Pertama, memperkuat hablum minallah atau hubungan dengan Tuhan. Kedua, membangun hablum minannas atau hubungan dengan sesama manusia.
Selain itu, ia menilai konsep tersebut sejalan dengan nilai dasar Pancasila. Sila pertama menekankan hubungan dengan Tuhan, sedangkan sila kelima menekankan keadilan sosial.
“Kita memiliki kewajiban ganda. Di satu sisi, kita harus taat kepada Sang Pencipta. Di sisi lain, kita juga harus menjaga hubungan baik dengan sesama. Karena itu, mahasiswa dibina agar mampu menjalankan keduanya secara seimbang,” tambahnya.
Sahrul menilai mahasiswa baru rentan terhadap isu-isu sosial maupun tren yang kurang sehat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pembinaan spiritual. Dengan bekal tersebut, mahasiswa dapat berpikir kritis, logis, dan bijak sebelum bertindak.
“Mentoring ini berjenjang. Setiap pertemuan membawa materi baru yang berfokus pada pembentukan karakter. Dengan demikian, mahasiswa bisa tumbuh sebagai pribadi yang unggul, bukan hanya dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam sikap hidup,” tegasnya.
Program Wajib untuk Mahasiswa Baru
Selain sebagai sarana pembinaan, mentoring kerohanian juga menjadi kewajiban resmi bagi mahasiswa baru. Hal ini sesuai dengan arahan Wakil Direktur 3 Polinema yang dituangkan dalam Surat Kegiatan Kemahasiswaan Mahasiswa (SKKM).
Dalam SKKM, terdapat tiga program wajib: Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), Prastudi, dan Mentoring Kerohanian. LDK sudah terlaksana, kemudian lanjut dengan mentoring.
“Oleh karena itu, mahasiswa harus mengikuti mentoring secara penuh. Program ini bukan tambahan, melainkan agenda berkesinambungan untuk mencetak mahasiswa Polinema yang berkarakter,” pungkas Sahrul.(r7)





