Lumajang,(DOC) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang kembali menghadirkan gebrakan baru dalam pelayanan publik. Kali ini, Bupati Lumajang Indah Amperawati meluncurkan sistem pengaduan masyarakat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang di beri nama unik dan akrab “Sambat Bunda”.
Peluncuran resmi dilakukan di Pendopo Arya Wiraraja dan disambut antusias masyarakat. Inovasi ini di gadang-gadang bakal mempermudah warga dalam menyampaikan keluhan dan aspirasi secara cepat, mudah, dan efisien, cukup lewat WhatsApp!
“Sambat Bunda hadir karena kita ingin solusi cepat dengan biaya minimal. Tidak ada anggaran khusus, jadi kita cari cara yang efisien tapi tetap berdampak,” ujar Bupati Indah, yang akrab disapa Bunda Indah.
AI yang Bekerja 24 Jam untuk Warga
“Sambat Bunda” mengandalkan integrasi WhatsApp dengan teknologi AI. Sistem ini mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan umum seputar pelayanan publik, seperti prosedur pembuatan IMB atau pendirian koperasi, semua di jawab dalam hitungan detik.
“Kalau hanya pertanyaan standar, AI bisa langsung jawab. Tapi kalau keluhan kompleks seperti pohon hampir tumbang, sistem akan langsung meneruskan ke dinas terkait,” jelas Bunda Indah.
Menariknya, sistem ini juga punya target kecepatan tanggap. Laporan yang masuk wajib di tindaklanjuti oleh OPD terkait dalam waktu maksimal 4 jam.
“Kalau lebih dari 4 jam belum di tindaklanjuti, saya sendiri yang akan menegur,” tegasnya.
Bunda Indah menekankan bahwa peluncuran ini adalah langkah awal menuju digitalisasi pelayanan publik, meski dilakukan dengan segala keterbatasan.
“Kita mulai dulu. Kalau nunggu sempurna, enggak akan jalan-jalan. Inovasi itu harus di mulai dari sekarang,” katanya penuh semangat.
Perubahan Nomor Layanan, Catat yang Baru
Kepala Dinas Kominfo Lumajang, Mustaqim, juga menginformasikan bahwa sempat terjadi perubahan nomor layanan. Awalnya di umumkan 0851-1734-4112, namun kini di ganti menjadi 0819-4422-0688.
“Sambat Bunda akan terus di kembangkan secara bertahap. Identitas pelapor pun di jamin aman, apalagi jika melapor lewat Sambat Lumajang resmi,” ungkap Mustaqim.
Dengan hadirnya “Sambat Bunda”, Pemkab Lumajang menunjukkan komitmennya untuk lebih dekat dengan warga—bukan hanya mendengar, tapi juga tanggap dan bertindak.(imam)





