Sidak Pasar Pastikan Stok Aman

Tidak ada komentar 239 views

Surabaya,(DOC)Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Surabaya berencana akan melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional guna memantau harga sembako sekaligus memastikan stoknya aman hingga lebaran mendatang.

Ketua komisi B, Mazlan Mansur mengatakan, sidak akan dilakukan pasca reses kalangan dewan yang berlangsung , 22 – 26 Juni 2015. Berdasarkan laporan Dinas Perdagangan dan Perindustrian ke dewan, kebutuhan bahan pokok sejauh nini relatif  aman. “Kita akan pastikan apakah benar laporan Disperindag, bahwa kebutuhan bahan pokok aman,” ujarnya, Jumat(26/6/2015).

Namun demikian, Politisi PKB ini mengakui harga barang kebutuhan pokok sudah mengalami inflasi, diantaranya harga telur. Ia menilai, kenaikan harga sembako relatif normal, apabila berkisar 4 persen. Apabila melebihi dari persentase tersebut, Mazlan berharap pemerintah kota segera melakukan langkah konkrit seperti menggelar operasi pasar. “jika 4 persen nilainya ada kepatutan. Tapi jika melebihi, pemkot harus ambil langkah,” katanya.

Mazlan Mansur mengakui, sejak awal ramadhan hingga lebaran nanti, pemerintah kota telah melakukan serangkaian antisipasi itu dengan menyelenggarakan operasi pasar murah di sejumlah perkampungan. Operasi pasartersebut dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian secara mobile. “Dinas Perdagangan mobile ke perkampungan untuk sembako murah,” tuturnya.

Dari pantauannya, ia meminta volume operasi pasar ditambah. Pasalnya, menurut Mazlan, masih ada sejumlah warga yang tak mendapatkan. “Kemarin sempat ada warga yang mengantri tapi sampai depan ternyata habis, atau truknya keburu jalan lagi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, operasi pasar sembako yang dilakukan secara mobile sasarannya adalah perkampungan yang kondisi ekonominya menengah ke bawah. Mekanismenya, perangkat kampung diberi informasi bahwa pada saat itu akan ada operasi pasar dari pemerintah kota. “Yang diprioritaskan memang perkampungan yang perekonomiannnya menengah ke bawah, seperti kawasan Semampir,” katanya

Mazlan yakin, operasi pasar yang digelar Disperindag tepat sasaran. Pasalnya, jatah yang diberikan kepada masing-masing pembeli sudah ditentukan. “Kalau orang mampu dengan jatah seperti itu gak mungkin harus rela antri,” papar pengusaha asal Bawean.

Mazlan mengungkapkan, jenis barang kebutuhan pokok yang dijual dalam operasi pasar, diantaranya, Beras, Minyak Goreng dan Gula. Ia mengakui Operasi Pasar tersebut menggunakan dana APBD, karena orientasianya untuk mengantisipasi adanya inflasi. “Memang menggunakan APBD, karena untuk menekan inflasi,” katanya.(k4/r7)