D-ONENEWS.COM

Sidang Dakwaan Kasus Dugaan Korupsi Penjualan Barang Sitaan Satpol PP Diikuti Online oleh Ferry Jocom

Surabaya,(DOC) – Kasus dugaan korupsi penjualan barang sitaan Satpol PP Kota Surabaya dengan terdakwa mantan oknum petinggi Satpol PP Kota, Ferry Jocom, mulai di persidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Rabu(28/9/2022).

Agenda sidang perdana yang berlangsung secara online di ruang sidang Candra PN Tipikor Surabaya, adalah pembacaan dakwaan.

Terdakwa Ferry Jocom mengikuti sidang jarak jauh di Cabang Rutan Klas I Surabaya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Surat dakwaan di bacakan oleh Rahman Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Di dalamnya menyatakan bila terdakwa Ferry Jocom telah menyalahgunakan wewenang jabatan atau abuse of power untuk memperdaya dan menggerakkan orang lain. Baik itu bawahannya ataupun pihak ketiga.

Kemudian menggelapkan barang-barang hasil penegakan Perda kota Surabaya dengan cara menjualnya melalui perantara pibak ketiga. Serta melakukan jual-beli barang-barang hasil penegakan Perda kota Surabaya tanpa melalui prosedur yang di atur dalam perundang-undangan.

“Dakwaan Primair, pasal 10 huruf a jo. pasal 15 jo. pasal 18 ayat (1), (2), (3) Undang-undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sebagaimana telah di ubah dengan Undang-undang no 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 53 ayat (1) KUHPidana. Serta Subsidair, pasal 10 huruf b jo. pasal 15 jo. pasal 18 ayat (1), (2), (3) Undang-undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sebagaimana telah di ubah dengan Undang-undang no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 53 ayat (1) KUHPidana,” jelas JPU Rahman.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, Ferry Jocom telah di tetapkan tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi penjualan barang bukti hasil penertiban Satpol PP kota Surabaya yang nilainya mencapai Rp500 juta.

Barang penertiban itu berada di gudang penyimpanan hasil penertiban Satpol PP Surabaya, Jalan Tanjung Sari Baru 11-15, Kecamatan Sukomanunggal.

Penetapan tersangka di lakukan oleh Kejari Surabaya, melalui Surat Perintah Penetapan Tersangka Nomor Print-05/M.5.10/Fd.1/07/2022, tertanggal 13 Juli 2022. Saat itu juga, tersangka langsung menjalani tahanan selama 20 hari di Rutan Kelas 1 Surabaya Cabang Kejati Jatim.(r7)

Loading...

baca juga