Tanam Pohon Matoa, Khofifah Harapkan Persaudaraan Jatim-Papua Tumbuh Subur

Foto ; Gubenur Khofifah Indar Parawansa membagikan buah matoa kepada peserta Jalan Sehat Bersholawat

Surabaya,(DOC) – Berbagai upaya dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mempererat, dan memperkuat kembali hubungan persaudaraan Jatim-Papua yang sempat merenggang pasca terjadinya insiden di Surabaya dan Malang beberapa waktu lalu.
Setelah sehari sebelumnya mengirim bantuan logistik ke Papua melalui Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990, Minggu(1/9/2019) pagi orang nomor satu di Jatim ini melakukan penanaman bibit tanaman pohon Matoa di halaman Edu Park, kompleks Masjid Al-Akbar Surabaya.

Menurut Khofifah, penanaman pohon khas Papua ini memiliki pesan simbolis, bahwa Jatim dan Papua adalah bersaudara dalam satu bingkai NKRI.

Bacaan Lainnya

Hal ini dibuktikan dengan tumbuh suburnya buah Matoa di Jatim, seperti di Jombang, Kediri, dan Surabaya.
“Pesan kita adalah persaudaraan, bahwa apa yang tumbuh di Papua, kita juga mencoba menanam disini, seperti Matoa, dan ternyata tumbuh dengan subur berbuah lebat. Mudah-mudahan persaudaraan kita juga tumbuh subur dan baik,” katanya.
Gubernur wanita pertama di Jatim ini lantas menceritakan inspirasinya menanam matoa tersebut adalah berawal saat ada kegiatan di Kediri. Saat itu dirinya melihat pohon khas Papua itu berbuah dengan sangat lebat, kemudian diambilnya buah tersebut. Kemudian dia menghubungi pihak Masjid Al-Akbar dan minta agar mencari bibit untuk ditanam sekaligus mencari buahnya di Surabaya.
“Saya akhirnya terinspirasi menanam pohon matoa di sini, tapi karena waktunya sangat pendek, saya minta tolong untuk dicarikan di Surabaya. Alhamdulillah dapat. Hari ini, kita juga berbagi buah ini, karena belum semua mengetahui seperti apa pohonnya, bentuk buahnya serta rasanya,” ungkap Khofifah.
Usai menanam bibit matoa, wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini juga berkesempatan melepas peserta Jalan Sehat Bersholawat dalam rangka memperingati Tahun Baru 1 Muharram 1441 H yang juga merupakan rangkaian Peringatan Hari Besar Islam Provinsi Jatim di halaman luar Masjid Al-Akbar Surabaya.
Dalam sambutannya, wanita yang juga merupakan Ketua Umum PP Muslimat NU ini menyampaikan, peringatan 1 Muharram bertujuan untuk memperingati perjuangan Rasulullah SAW, dalam membangun persemaian kehidupan yang lebih baik yang dibangun di atas pilar keberagaman dalam harmoni dan toleransi.
Artinya, imbuh Khofifah, jika kemarin masih ada ketertinggalan, maka sekarang kita harus bergerak kearah yang lebih maju. Jika ada yang miskin, maka kita harus bergerak untuk menyejahterakan, dan jika ada yang belum terdidik, maka kita harus bergerak untuk mencerdaskan.
“Tahun baru hijriyah merupakan penanda perjuangan Rosulullah untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Nuansa Tahun Baru Hijriyah ini sangat scientific, ketika kita memperingati perjuangan Rasulullah SAW sampai hijrah dari Makkah ke Yastrib yang kemudian dikenal dengan kota Madinah sesungguhnya referensi penting bagi kita khususnya warga bangsa Indononesia yang sangat beragam seperti keberagaman warga kota Madinah tetapi dapat hidup rukun harmoni,” pungkasnya.
Tampak hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, para tokoh agama, diantaranya DR. KH. Marzuki Mustamar Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdushomad Ketua MUI Jawa Timur, KH Muzakky Al Hafidz, dan Prof Dr KH Ridwan Nasir, para kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, para pimpinan dan pengurus Masjid Al-Akbar Surabaya, serta puluhan ribu peserta jalan sehat bersholawat.(dar/hm)

Pos terkait