Tradisi ‘Toron’ Warga Madura Macetkan Jembatan Suramadu

foto : antrian kendaraan dijembatan Suramadu(dok)

Surabaya,(DOC) – Kepadatan hingga antrian kendaraan di jembatan Suramadu nampak terasa sejak 3 hari menjelang lebaran qurban atau Idul Adha, pada hari Rabu(22/8/2018).

Hampir seluruh masyarakat Madura yang selama ini merantau ke luar daerah, selalu pulang kampung untuk memperingati lebaran kurban di tanah kelahirannya. Bahkan bagi warga Madura, lebaran sebenarnya yang harus pulang kampung, yaitu lebaran Idul Adha, bukan hari raya Idul Fitri.

Tradisi turun menurun ini dinamakan “Toron” yang artinya mudik atau pulang kampung, untuk bersilahturohmi kesanak-keluarganya.

Tak peduli antrean panjang hingga berjam-jam, para pemudik ke pulau Madura ini, rela antri untuk menunggu giliran melintasi jembatan penghubung antara Surabaya ke Madura.

“Saya sudah menunggu lama untuk menyeberang ke Madura. Ini karena banyak yang “Toron” secara bersamaan pada lebaran kurban,” ungkap M. Sadek salah satu pemudik yang menggunakan roda empat, Selasa(21/8/2018) siang.

Setiap tahun jumlah kendaraan yang melintas jembatan Suramadu menjelang lebaran Kurban selalu mengalami peningkatan.

Dari data Jasa Marga Jembatan Suramadu, pada lebaran kurban tahun ini, kendaraan roda dua yang telah melintas sejak 3 hari menjelang lebaran, mencapai hingga 30 ribu kendaraan. Sementara untuk roda empat mencapai 8 ribu kendaraan.

“Jumlah kendaraan ini mengalami kenaikan sekitar 7-8 persen dibandingkan lebaran idul adha di tahun lalu,” jelas Mudjiono, Kepala pintu gerbang tol Suramadu, sisi Surabaya.

Untuk kelancaran lalu lintas, petugas Jasa Marga akan menambah loket masuk dan menyediakan kartu e-money, untuk membantu transaksi para pengguna jalan yang mengalami kendala.(hadi/r7)