
Lumajang, (DOC) – Lemahnya sistem pengamanan pada Kejuaraan Pacuan Kuda Bupati Cup 2026 di Lapangan Dusun Krajan, Desa Babakan, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, memakan korban jiwa. Seorang penonton, Diban (65), terpental dan terinjak kuda pacu setelah menyeberang lintasan pada Minggu (2/8/2026).
Minimnya standar keselamatan menjadi sorotan tajam saksi mata. Meski penonton membludak, area balap berisiko tinggi tersebut hanya disekat dengan pengaman seadanya.
“Penontonnya banyak sekali, tapi sayang jalur pacunya cuma dikasih pembatas tali rafia. Meski ada pagar, penonton banyak yang berada di dalam pagar,” ungkap Sofyan, salah seorang saksi di lokasi kejadian.
Insiden bermula saat korban hendak menyeberang dari sisi dalam lintasan. Di saat bersamaan, rombongan kuda pacu yang baru dilepas dari garis start meluncur deras dari arah barat. Tak sempat menghindar, warga lokal tersebut langsung dihantam hingga terpental.
Camat Padang, Jamak Nurwanto, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan panitia, petugas sebenarnya telah memberi peringatan agar penonton tidak mendekati lintasan karena masih ada kuda yang menyelesaikan putaran.
“Informasi dari panitia, penonton sudah diimbau untuk minggir. Akan tetapi korban tetap tidak mau minggir,” jelas Jamak.
Beruntung, nyawa korban masih terselamatkan. Tim Medis Puskesmas Padang mengonfirmasi Diban tidak mengalami patah tulang maupun pendarahan serius. Korban hanya mengalami luka lecet pada dahi serta bibir atas dan telah diberi perawatan medis.
Evaluasi total kini menanti pihak penyelenggara. Jamak berjanji akan mengoptimalkan aparat keamanan dan panitia pada ajang berikutnya guna meminimalisasi potensi bahaya serupa di arena pacuan.





