Sidoarjo,(DOC) – Pasar properti di Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan geliat positif. Menjawab tingginya kebutuhan hunian terjangkau, PT Wang Properti Indonesia resmi meluncurkan produk terbarunya, Wang Residence Sukodono, dengan menghadirkan Tipe Artha yang di pasarkan di bawah Rp500 juta.
Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi pengembang dalam merespons permintaan pasar, khususnya masyarakat urban yang membutuhkan hunian nyaman, modern, namun tetap terjangkau. Direktur Utama PT Wang Properti Indonesia untuk Perumahan Wang Residence Sukodono, Hadi Prayitno, mengatakan bahwa produk ini di kembangkan berdasarkan riset kebutuhan konsumen di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.
“Permintaan pasar di Sidoarjo cukup jelas, mayoritas menginginkan hunian dengan harga di bawah Rp500 juta. Dari situ kami melihat peluang dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Hadi saat peluncuran, Rabu (28/1).
Pada tahap kedua pengembangan, Wang Residence Sukodono menghadirkan Tipe Artha dengan dua pilihan luas bangunan, yakni Tipe 36 dan Tipe 48, yang berdiri di atas lahan seluas 90 meter persegi. Kehadiran tipe ini melengkapi tahap pertama yang sebelumnya memasarkan Tipe 72 dan hampir seluruh unitnya telah terjual.
“Di tahap pertama sekitar 80 unit sudah terserap pasar. Itu menjadi indikator kuat bahwa minat konsumen sangat tinggi. Karena itu, di tahap kedua kami siapkan sekitar 100 unit dengan konsep yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Kualitas Infrastruktur
Meski menyasar segmen harga menengah ke bawah, Wang Residence tetap mempertahankan kualitas infrastruktur kawasan. Seluruh unit telah dilengkapi listrik bawah tanah (underground), jaringan PDAM, serta infrastruktur lingkungan yang siap huni.
“Listrik underground biasanya jarang di temui di segmen ini. Namun kami pastikan infrastrukturnya lengkap dan siap di gunakan. Ini menjadi nilai tambah bagi konsumen,” tambah Hadi.
Optimisme pengembang juga di perkuat oleh berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung sektor properti, mulai dari relaksasi likuiditas perbankan, dukungan pembiayaan, hingga insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
“Dengan PPN DTP, konsumen hanya membayar 1 persen PPN. Program ini berlaku hingga serah terima akhir tahun. Karena bangunan satu lantai, proses pembangunan bisa selesai kurang dari enam bulan, sehingga peluang mendapatkan insentif ini sangat besar,” paparnya.
Respons pasar terhadap peluncuran Tipe Artha terbilang positif. Hingga kini, tercatat sekitar 78 calon konsumen telah masuk proses pembiayaan perbankan. Mayoritas peminat berasal dari Surabaya yang melihat Sukodono sebagai kawasan strategis dengan akses mudah dan harga lebih kompetitif.
“Untuk hunian di bawah Rp500 juta, minat ini cukup tinggi. Banyak konsumen dari Surabaya yang memilih Sukodono sebagai alternatif hunian,” ungkapnya. (r6)





