Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memacu akselerasi pelayanan publik berbasis inovasi. Melalui ajang Inovasi Surabaya (Inovboyo) 2025, Bappedalitbang Kota Surabaya mengajak seluruh perangkat daerah (PD) hingga masyarakat umum untuk ikut menciptakan solusi kreatif demi masa depan kota.
“Inovboyo bukan sekadar lomba inovasi. Ini adalah gerakan bersama menuju Surabaya sebagai living innovation ecosystem kota yang bernapas dengan inovasi, berdetak dengan kreativitas, dan tumbuh lewat kolaborasi lintas generasi,” tegas Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajad, Senin (7/7/2025).

342 Inovasi, 17 Kategori, 1 Visi Kota Masa Depan
Tahun ini, sebanyak 342 inovasi dari jajaran PD diikutsertakan dalam lomba, mencakup 17 kategori berbeda. Mulai dari inovasi bidang ekonomi, pendidikan, sosial, lingkungan, kesehatan, hingga pelayanan publik dan teknologi informasi.
“Inovboyo 2025 mengusung tiga pilar transformasi kota ke depan. Pertama, Demokratis Inovasi yang membuka ruang bagi seluruh warga—dari PKL hingga startup, untuk turut berinovasi. Kedua, Ekonomi Sirkular dan Berkelanjutan. Ketiga, Teknologi Humanis, di mana AI dan IoT jadi alat bantu menyelesaikan masalah nyata masyarakat,” jelas Irvan.
Teknologi Jadi Ujung Tombak Pelayanan Publik
Dari ratusan inovasi yang masuk, 42 di antaranya berbasis teknologi informasi. Beberapa di antaranya bahkan telah diterapkan dan memberi dampak langsung ke pelayanan publik.
- Sekretariat DPRD Surabaya:
Buku Tamu Online dan SIS untuk efisiensi tata kelola tamu dan dokumen.
Digitalisasi Risalah Rapat, E-Perpus, dan Majalah Virtual dorong transparansi informasi.
- Inspektorat Kota Surabaya:
Whistle Blowing System (WBS) hingga e-Audit, ciptakan transparansi pengawasan.
Simaniz dan Reviu Manajemen Risiko permudah proses validasi ijazah & manajemen risiko.
Monev MCP-KPK perkuat sistem audit internal.
- Diskominfo Surabaya:
Portal Satu Data, Awareness Keamanan Informasi, dan Sang Mempelai ciptakan sistem TI yang terintegrasi.
Padat Karya dioptimalkan melalui aplikasi.
Inovasi Lainnya dari PD:
- Bagian Organisasi Surabaya: e-Anjab, e-SOP, Telaga ASA, SUSAN MAS-e, SIMONIK, hingga Si ToMaS PeDe.
- Bagian Pemerintahan & Kesra: Sistem Informasi Pertanahan, e-Project, e-Delivery.
- RSUD BDH: SINAR, SIPAK BLUD, SI MEGAH, SIPEMUJA, SI MUTIARA.
- RSUD Soewandhie: SIMAK dan SIMPLE untuk manajemen alat kesehatan dan pemeliharaan.
Kecamatan Tak Mau Kalah, Lahirkan Inovasi Akar Rumput
Jajaran kecamatan juga tak mau kalah. Berikut deretan inovasi yang muncul dari lapisan pemerintahan paling dekat dengan warga:
- Asemrowo: SI ASIK (administrasi kependudukan)
- Bubutan: SIPBUNEL (pelaporan keuangan)
- Bulak: SI BADAK (data kegiatan)
- Karangpilang: Lapan Lima (layanan via pesan singkat)
- Mulyorejo: SMEP (monitoring PKK)
- Sukomanunggal: BERKAH (bank sampah digital) & PENAMAS CAK BOYO (manajemen data masalah warga)
- Sawahan: LAPORSAH (pelaporan digital terpadu)
- Wonocolo: Silok (layanan kelurahan online)
Teknologi Tak Lagi Menakutkan, Kini Jadi Sahabat Solusi
Irvan menegaskan, teknologi seperti AI, IoT, dan big data kini bukan lagi istilah asing. Justru jadi solusi nyata bagi warga kota.
“Bayangkan, sistem AI bisa memprediksi banjir lewat aplikasi yang terhubung langsung ke ponsel warga. Deteksi dini akan menjadi lebih cepat, dan kolaborasi antara warga dan pemerintah menjadi lebih efektif,” pungkas Irvan.
Melalui semangat Inovboyo 2025, Surabaya tak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem ide yang mendorong inovasi dari bawah dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.(r7)





