Lima Ibu Hamil Pilih Ngungsi ke Perbukitan Pasca Desanya Dihantam Lahar Semeru

Lima Ibu Hamil Pilih Ngungsi ke Perbukitan Pasca Desanya Dihantam Lahar SemeruLumajang,(DOC)Banjir lahar hujan Gunung Semeru yang menerjang Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, membuat lima ibu hamil memilih mengungsi ke perbukitan di dekat rumah mereka.

Bidan Desa Jugosari, Reni Yunita, menjelaskan bahwa para ibu hamil merasa lebih nyaman tinggal di bukit daripada pindah ke posko pengungsian di Kantor Balai Desa Jugosari.

Bacaan Lainnya

“Mereka menolak pindah ke posko. Mereka ingin tetap bersama keluarga di bukit karena merasa lebih aman di lingkungan sendiri,” ujar Reni, Senin (8/12/2025).

Petugas kesehatan terus membujuk mereka agar pindah demi keamanan dan kemudahan pemantauan, tetapi ajakan itu belum berhasil.

Reni menyampaikan bahwa usia kehamilan para ibu tersebut bervariasi, mulai dari dua hingga delapan bulan.

Walau bertahan di pengungsian mandiri, kelima ibu hamil masih berada dalam kondisi baik. Petugas kesehatan rutin memberikan vitamin dan susu khusus ibu hamil.

“Kami memantau mereka setiap hari. Jika ada keadaan darurat pada malam hari, kami berkoordinasi lewat telepon. Pagi harinya petugas langsung datang untuk menangani,” lanjut Reni.

Warga setempat, Nur Hasan, mengaku khawatir jika pemerintah merelokasi mereka setelah bencana. Ia menilai pekerjaan dan keberlanjutan ekonomi menjadi alasan warga memilih tetap tinggal.

“Kami takut kehilangan mata pencaharian jika pindah. Pemerintah tidak mungkin membantu kami terus, sementara kebutuhan keluarga harus tetap terpenuhi,” ujar Nur Hasan.(r7)

Baca Juga:  Diduga Tak Sesuai, Supadi Dapat Pengembalian Batako Program Bedah Rumah

Pos terkait