DKPP Lumajang Catat 92 Kasus PMK, Vaksinasi Digenjot Hadapi Idul Adha

DKPP Lumajang Catat 92 Kasus PMK, Vaksinasi Digenjot Hadapi Idul AdhaLumajang,(DOC) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 92 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi selama periode Januari hingga April 2026. Meski demikian, kondisi tersebut masih dinilai terkendali.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Lumajang, Endra Novianto, mengungkapkan bahwa kasus PMK tersebar hampir merata di sejumlah wilayah, terutama di daerah dengan populasi ternak yang tinggi.

Bacaan Lainnya

“Total laporan yang masuk hingga saat ini mencapai 92 kasus. Penyebarannya relatif merata, khususnya di wilayah dengan kepadatan sapi tinggi,” ujarnya.

Menurut Endra, munculnya PMK umumnya dipicu oleh menurunnya daya tahan tubuh ternak. Kondisi ini kerap terjadi saat perubahan cuaca ekstrem, seperti peralihan musim hujan ke kemarau maupun sebaliknya.

“Virus ini biasanya menyerang saat kondisi ternak sedang lemah. Pergantian musim membuat kondisi tubuh sapi menurun sehingga lebih rentan terpapar PMK,” jelasnya.

Ia menambahkan, lonjakan kasus terbanyak terjadi pada awal tahun seiring ketidakstabilan cuaca yang meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

Selain faktor cuaca, tingginya mobilitas lalu lintas ternak juga menjadi tantangan dalam pengendalian PMK. Aktivitas perdagangan sapi antar daerah, seperti dari Probolinggo dan Jember ke Lumajang maupun sebaliknya, membuat pengawasan semakin kompleks.

“Pergerakan ternak sangat dinamis. Sapi dari luar daerah masuk ke Lumajang, begitu juga sebaliknya. Ini membuat pengendalian tidak mudah, terutama jika status vaksinasinya belum terpantau,” katanya.

Untuk menekan penyebaran, DKPP Lumajang terus menggencarkan program vaksinasi sebagai langkah utama. Ketersediaan vaksin hingga saat ini disebut masih mencukupi.

“Stok vaksin aman dan vaksinasi terus berjalan. Ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh ternak agar penyebaran virus bisa ditekan,” tegasnya.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, DKPP juga menerjunkan puluhan tenaga paramedis kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap ternak yang akan diperjualbelikan maupun dijadikan hewan kurban.

Baca Juga:  Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci

“Kami pastikan ternak yang beredar, khususnya untuk kebutuhan kurban, dalam kondisi sehat dan layak,” pungkas Endra.(r7)

Pos terkait