Ngopi Sore, Cara Santai BEI dan BRI Danareksa Edukasi Investasi Anak Muda

Ngopi Sore, Cara Santai BEI dan BRI Danareksa Edukasi Investasi Anak MudaSurabaya,(DOC) – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Timur bersama BRI Danareksa Sekuritas Surabaya dan Pegadaian Kantor Regional Surabaya menghadirkan konsep café investasi untuk meningkatkan literasi pasar modal di kalangan anak muda.

Program tersebut menyasar pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin belajar investasi dengan suasana lebih santai dan tidak kaku.

Bacaan Lainnya

Branch Manager BRI Danareksa Sekuritas Surabaya, Taufan Febiola mengatakan, pihaknya menyesuaikan pola edukasi investasi dengan gaya hidup generasi muda yang lebih menyukai ruang diskusi nonformal.

“Edukasi investasi harus mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat, terutama anak muda yang ingin lepas dari konsep formal. Itu sebabnya tempat ini menjadi ruang memperkuat investasi,” kata Taufan, Sabtu (9/5/2026).

Usung Konsep “Ngopi Sore”

Ketiga lembaga tersebut menghadirkan program “Ngopi Sore”, singkatan dari Ngobrol Seputar Investasi Saham, Obligasi, dan Reksadana. Mereka menggelar program itu rutin setiap Jumat sebagai ruang diskusi santai tentang investasi dan pasar modal.

Melalui konsep tersebut, BEI, BRI Danareksa Sekuritas, dan Pegadaian ingin mendekatkan edukasi investasi kepada masyarakat. Mereka juga ingin membangun kebiasaan berdiskusi soal pengelolaan keuangan sejak usia muda.

Taufan menjelaskan, pihaknya melanjutkan berbagai program edukasi yang sebelumnya berjalan di sekolah dan perguruan tinggi. Dengan konsep lebih fleksibel, mereka berharap literasi investasi bisa menjangkau lebih banyak kalangan.

BRI Dorong Transformasi Edukasi Finansial

Regional Funding M-Transaction BRI Surabaya, Ery Wicaksono menilai konsep café investasi sejalan dengan transformasi bisnis BRI yang kini menyasar masyarakat urban.

“Harus diakui, dari bisnis yang rural kini menyasar urban. Sudah jelas, transformasi BRI menyasar sektor formal, sebagaimana program Ngopi Sore ini berjalan,” ujar Ery.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BEI Jawa Timur, Cita Mellisa mengatakan pihaknya selama ini mengembangkan Galeri Investasi (GI) sebagai sarana edukasi pasar modal.

Baca Juga:  MBMA Siapkan Buyback Saham hingga Rp1,7 Triliun, Perkuat Kepercayaan Pasar

Menurutnya, kehadiran GI Café di lingkungan Pegadaian mampu menciptakan suasana belajar yang lebih santai dan akrab bagi masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat Surabaya punya media belajar pasar modal yang tidak terlalu kaku dan bisa mengakselerasi investasi,” katanya.

Café Jadi Ruang Belajar Investasi

Vice President Pegadaian Regional Surabaya, Alfafatih Rosada menilai konsep café investasi menjadi langkah strategis di tengah perubahan pola hidup masyarakat yang kini semakin akrab dengan sistem hybrid life dan hybrid working.

Menurut pria yang akrab disapa Rosa itu, masyarakat kini memanfaatkan café bukan hanya untuk makan atau berkumpul. Mereka juga menggunakan café sebagai ruang produktif untuk belajar dan bekerja.

“Café telah bertransformasi, seperti work from anywhere. Maka café kami pilih sebagai tempat meningkatkan literasi dan edukasi investasi bagi anak-anak muda,” tegas Rosa.

Melalui pendekatan yang lebih santai, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya investor baru dari kalangan muda sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya investasi yang sehat dan terencana.(ode/r7)

Pos terkait