Urai Antrean Truk, Terminal Teluk Lamong Genjot Sistem Booking Digital Fase Dua

Urai Antrean Truk, Terminal Teluk Lamong Genjot Sistem Booking Digital Fase Dua
Ilustrasi PT Terminal Teluk Lamong (TTL). (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC)PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bergerak cepat mengatasi persoalan klasik kemacetan dan antrean truk di area pelabuhan. Melalui kolaborasi bersama Badan Pengurus Daerah Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPD GINSI) Jawa Timur, anak usaha Pelindo ini berkomitmen menggenjot efisiensi logistik lewat inovasi digital.

Langkah konkret yang menjadi sorotan adalah implementasi Terminal Booking System (TBS) Fase Kedua yang sudah berjalan sejak Maret 2026, dikombinasikan dengan penyediaan shelter waiting area(ruang tunggu truk).

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa sistem ini dirancang khusus untuk mengatur jadwal kedatangan truk secara presisi guna memitigasi penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk (peak hours).

“Melalui penerapan Terminal Booking System fase kedua dan penyediaan shelter waiting area, kami berupaya memitigasi antrean truk sekaligus meningkatkan kelancaran operasional di Terminal Teluk Lamong,” ujar David dalam audiensi bersama GINSI Jatim di Surabaya, Kamis (9/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, para importir yang tergabung dalam GINSI Jatim sempat menyoroti beberapa isu krusial lapangan, mulai dari waktu penutupan layanan (closing time) kapal, penanganan antrean saat peak hours, hingga mekanisme pelacakan kontainer.

Menanggapi hal itu, manajemen TTL menjelaskan bahwa TBS terbukti efektif mengubah pola kedatangan truk menjadi lebih tertata. Menariknya, TTL tidak hanya mengurai macet di jalur fisik, tetapi juga memangkas birokrasi informasi lewat penyediaan portal digital.

Melalui portal ini, para pelaku usaha kini bisa memantau status kontainer secara real-time (container tracing) dan jadwal pasti kedatangan kapal, serta data operasional terminal secara transparan.

Ketua BPD GINSI Jawa Timur, Hana Beladina Lutfifi, mengapresiasi langkah progresif ini. Ia berharap inovasi digital dari Terminal Teluk Lamong dapat dipahami dan dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh anggotanya demi efisiensi biaya logistik.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Perkuat Integrasi Saluran dan Tata Elevasi Air untuk Kendalikan Banjir Selatan

Di akhir diskusi, TTL mengajak GINSI Jatim untuk masif menyosialisasikan penggunaan sistem bookingini. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus barang di Jawa Timur, tetapi juga mampu mendongkrak daya saing rantai pasok logistik nasional di kancah global.

Pos terkait