Bidikan Kadin Jatim Golf Tournament 2026: Berburu Talenta Potensial Menuju PON 2028

Bidikan Kadin Jatim Golf Tournament 2026: Berburu Talenta Potensial Menuju PON 2028
Kadin Jatim Golf Tournament 2026 yang digelar di Bukit Darmo Golf Surabaya. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC)Kadin Jatim Golf Tournament 2026 yang digelar di Bukit Darmo Golf Surabaya, Sabtu (12/9/2026), tak lagi sekadar menjadi ajang silaturahmi para pengusaha dan pejabat. Memasuki edisi keenam, turnamen ini resmi dilirik sebagai wadah penjaringan talenta pegolf potensial untuk diproyeksikan ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M. Nabil, mengapresiasi konsistensi Kadin Jatim yang terus menjaga gairah olahraga golf lewat kompetisi berkelanjutan. Ia berharap ajang ini bisa segera naik tingkat menjadi agenda berskala nasional.

Bacaan Lainnya

“Syukur-syukur ada atlet terbaik di event ini dan kita rekrut menjadi atlet Puslatda kita untuk PON 2028,” ujar Nabil saat Gala Dinner Kadin Jatim Golf Tournament 2026, Sabtu malam.

Menurut Nabil, jam terbang dan pengalaman bertanding sangat krusial dalam proses pembinaan atlet menuju persaingan profesional. Ia juga mendorong Kadin di daerah lain untuk mengadopsi langkah serupa.

Dari sengitnya persaingan di lapangan, Aris Sutopo sukses menyabet gelar Overall Best Gross (OBG) setelah membukukan 76 pukulan. Sementara predikat Overall Best Nett (OBN) diraih Handy Wijaya (handicap 9) dengan gross 78 pukulan dan nett 69.

Pada kategori senior, Arif Suherman memimpin lewat Best Gross (skor 80), disusul Ahmad Sapa’at sebagai Best Nett (skor 69). Di persaingan ladies, Andy Williams keluar sebagai Best Gross (skor 84) dan Mutia Tapni menyabet Best Nett (skor 74).

Selain sisi pembinaan olahraga, Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa ajang ini dirancang untuk mencairkan komunikasi antar-pemangku kepentingan ekonomi di Jawa Timur, termasuk ruang tumbuh bagi pegolf junior.

Nada serupa disampaikan Kepala Bappeda sekaligus Plt Kadisperindag Jatim, Iwan. Menurutnya, pendekatan informal di lapangan golf kerap menjadi solusi efektif bagi berbagai urusan lintas sektor. “Yang di kantor tidak bisa diselesaikan, di lapangan biasanya selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” kelakarnya.

Pos terkait