
Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya bergerak cepat memperketat mitigasi bencana dengan merencanakan pemasangan alat sensor monitoring gempa bumi di sejumlah titik krusial. Langkah strategis yang menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini dilakukan untuk memantau aktivitas Sesar Surabaya dan Sesar Waru dua segmen patahan aktif yang melintasi wilayah Kota Pahlawan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa pemetaan lokasi dan teknis pemasangan alat sensor tersebut saat ini sedang dimatangkan bersama tim ahli dari ITS. Pemantauan ketat ini dinilai mendesak mengingat keberadaan dua sesar yang terhubung dengan sistem Patahan Kendeng tersebut membelah kawasan padat penduduk.
“Sesar Waru dan Sesar Surabaya itu sudah ada sejak dulu. Karena dilalui dua jalur patahan ini, saya minta Kepala BPBD langsung turun ke lapangan untuk sosialisasi masif. Kita siapkan peta evakuasinya, warga harus tahu harus lari ke mana jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegas Eri, Minggu (13/9/2026).
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, meminta warga tetap tenang dan tidak terpengaruh isu liar. Ia menekankan bahwa keberadaan sesar aktif bukan berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat, melainkan menjadi landasan pentingnya kewaspadaan sejak dini.
“Adanya sesar bukan berarti gempa bakal terjadi sekarang. Namun, masyarakat wajib paham risikonya. Edukasi dan simulasi kedaruratan kami gelar setiap hari di pemukiman padat, sekolah, hingga perkantoran,” ujar Irvan.
Irvan juga mengimbau warga Surabaya untuk selalu menyaring informasi dan hanya memantau data kebencanaan resmi dari BMKG serta BPBD Kota Surabaya demi menghindari kepanikan akibat hoaks.





