Tas Ransel Hitam Diduga Bom Ditinggal Diruang Kapolsek Gapura Sumenep

mapolsek-gapura-sumenepSumenep,(DOC) – Ancaman dan terror bom juga melanda kota Sumenep Madura. Kali ini seorang tak dikenal meninggalkan tas ransel hitam yang diduga berisi bom, tergeletak diruang kantor Kapolsek Gapura Sumenep Madura, Rabu(4/1/2017).
Peristiwa yang sempat mengegerkan warga Sumenep dan menjadi tontonan, karena tim Gegana Polda Jatim sempat melakukan dua kali prosedur peledakan di belakang Mapolsek Gapura Sumenep Maduar.
Pada prosedur peledakan pertama, benda didalam tas yang terdeteksi mengandung logam tidak berhasil meledak. Kemudian tim gegana melanjutkan prosedur peledakan kedua dengan mengurai isi benda yang ternyata juga tidak mengandung bahan ledakan.
Kapolrest Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora menjelaskan, bahwa teror bom ransel ini berawal dari datangnya tamu yang tak dikenal ke Mapolsek Gapura Sumenep untuk meminta sumbangan untuk bekal, Rabu(4/1/2017) sekitar pukul 10.00 Wib.
Saat itu Kapolsek Gapura Sumenep Iptu Ali Ridho sempat menemuinya dan akan memberikan sejumlah uang. “Kapolsek akan mengambil uang ke meja kerjanya, namun ketika kembali orang yang meminta sumbangan itu sudah pergi dan meninggalkan tas ransel hitam di ruangan,” papar AKBP Joseph.
Sebelum memanggil tim Gegana Polda Jatim, angota Polsek Gapura sempat melakukan test isi tas ransel dengan metal detector. “Isi tas terdeteksi ada kandungan logam yang diduga bom. Lalu tas di pindah kehalaman Mapolsek dan lokasi langsung disterilkan. Kapolsek melapor ke Polrest Sumenep,” papar Kapolrest Sumenep.
Isi tas ransel hitam itu hanya berisi pakaian, dokumen dan rekening setoran ke sejumlah orang.
“Tidak ditemukan bahan peledak. Hanya beberapa buku dan pakaian. Tapi ada catatan yang mencurigakan yaitu nomor telpon dan buku rekening yang terdapat setoran ke beberapa orang,” ungkap Kapolres.
Identitas pelaku berupa Karta Tanda penduduk (KTP) telah dikantongi oleh polisi dan akan dikejar untuk dimintai pertanggungjawaban.
“KTP sempat di minta atas nama Lustwan Karianto dengan alamat Malang Jawa Timur. Belum bias disimpulkan jaringan teroris karena masih dalam penangkapan,” pungkas Kapolres Sumenep.(hd/rob7)

Pos terkait