D-ONENEWS.COM

Geram, Dana Bansos Diduga Disunat, Mensos Risma Curiga Ada Keterlibatan Pihak Bank

Lumajang,(DOC) – Dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) PKH dan BPNT di Desa Sawaran Kulon, membuat Menteri Sosial Tri Rismaharani mendatangi Lumajang, tepatnya di Kantor Desa Sawaran Kulon, kecamatan Kedungjajang, Lumajang.

Kedatangan mantan Wali Kota Surabaya ini untuk melakukan pengecekan dan mendengar aduan langsung warga Desa setempat.

Namun setelah mendengar satu-persatu aduan dan mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket), Mensos mulai menaruh curiga ada keterlibatan pihak Bank dalam terlibat dalam kasus masalah bantuan sosial (bansos).

Dimana salah satu pemilik E-warung diketahui merupakan eks-karyawan Bank BNI. Sehingga muncul dugaan adanya kongkalikong antara pihak Bank, pendamping PKH dan pemilik E-warung.

Dengan temuan itulah, membuat Risma geram karena dianggap tidak adil ketika melibatkan koneksi dalam program ini.

“Tidak boleh ada koneksi seperti itu. Kalo dia (ex-karyawan BNI sekaligus pemilik E-warung) yang jadi penyalur kan gak fair,” kata Risma, Sabtu (28/8/2021) malam.

Mensos meminta kepada pihak Bank agar memproses dan kroscek ulang terkait data-data yang ada.

Tidak hanya itu, dari hasil jejak digital ada dugaan Bank BNI kerap menurunkan bantuan ke KPM secara dicicil. Padahal, Kementerian Sosial tidak pernah mengirim Bansos secara kredit.

“Ini tolong diproses ya, jika memang ada keterlibatan staf saya akan kami proses juga kalau enggak saya laporkan kemanapun,” tegas Risma saat berdialog dengan Pimpinan Bank BNI Kabupaten Lumajang.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Bank BNI Kabupaten Lumajang, Sukarno Hadi mengungkapkan belum tahu betul duduk permasalahan yang ada.

Namun, pihaknya akan memanggil oknum pemilik E-warung untuk meminta penjelasan terkait permasalahan tersebut.

“Kami belum tahu masalahnya dimana, mangkanya kami Follow up, nanti yang bersangkutan kami panggil dahulu sesuai arahan Bu Risma,” pungkasnya.(imam/r7)

Loading...

baca juga