D-ONENEWS.COM

JPU Kejari Surabaya Beber Alasan Hadirkan Saksi Asisten 2 Terpisah 

Sidang Kasus Satpol PP Surabaya
Foto: Nur Rachmansyah

Surabaya,(DOC) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Nur Rachmansyah mengaku pemanggilan Asisten 2 Pemkot Surabaya Irvan Widyanto sebagai saksi seorang diri tak di gabung dengan kelompok lainnya dalam sidang penjualan barang sitaan Satpol PP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ada beberapa alasan.

Menurutnya, Asisten 2 Pemkot Surabaya Irvan Widyanto di anggap tidak mengetahui peristiwa awalnya kasus tersebut. Ia baru mengetahuinya setelah perkara itu ramai.

“Karena memang saksi Irvan ini bukan mengetahui saksi secara langsung awalnya, jadi pasca kejadian,” kata JPU Nur Rachmansyah, Kamis (10/11/2022).

Selain itu kata Nur Rachmansyah, adanya beberapa saksi yang terlibat langsung, menyebut ada peran Asisten 2 Irvan Widyanto membantu pengembalian uang hasil penjualan barang sitaan Satpol PP Surabaya.

“Karena ada saksi-saksi sebelumnya yang menyebutkan ada saksi lain yang menyebut saudara Irvan, Asisten 2 itu bertemu dengan mereka,” jelasnya.

Nah, sehingga dengan adanya keterangan dari saksi lainnya maka pemanggilan Asisten 2 Irvan Widyanto merupakan pengembangan pengungkapan perkara.

“Ini saksi pengembangan dari penyidikan,” pungkasnya.

Seperti di ketahui dalam mengungkap kasus ini, JPU terpaksa harus menghadirkan 24 saksi.

Para saksi tak di hadirkan secara langsung dalam persidangan. Namun di kelompokkan masing-masing sebanyak 5-6 orang per sidang.

Hanya Asisten 2 Irvan Widyanto yang memberi kesaksian sendirian di sidang terakhir, pada Rabu(9/11/2022).

Kini ke-24 saksi sudah memberikan keterangan di persidangan.

Pihak JPU Kejari Surabaya juga sudah menghadirkan kepala Satpol PP kota Surabaya, Eddy Christianto untuk memberikan kesaksian.

Kepala Satpol PP menjadi saksi pertama yang di hadirkan di persidangan Pengadilan Tipikor, Rabu(26/110/2022) lalu.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, eks Kabid Trantibum Satpol PP Surabaya, Ferry Jocom telah di tetapkan tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi penjualan barang bukti hasil penertiban, nilainya mencapai Rp500 juta.

Barang penertiban Satpol itu berada di gudang penyimpanan hasil penertiban Satpol PP Surabaya, Jalan Tanjungsari Baru 11-15, Kecamatan Sukomanunggal.

Kejari Surabaya menerbitkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Nomor Print-05/M.5.10/Fd.1/07/2022, tertanggal 13 Juli 2022. Kemudian menahan tersangka di Rutan Kelas 1 Surabaya Cabang Kejati Jatim.

Terdakwa di sangkakan melanggar Pasal 10 huruf a, Pasal 10 huruf b Jo. Pasal 15 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah di ubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(r7)

Loading...

baca juga