Ketua Paguyuban Pasar Ditantang Carok Oleh Kepala Pasar Yosowilangun

foto : Pasar Yosowilangun Lumajang

Lumajang,(DOC) – Akibat protes soal kesemrawutan pasar, ketua Paguyuban pedagang Pasar Yosowilangun, Agus Soli SAP, di tantang berkelahi atau carok oleh pihak pengelola pasar Induk Yosowilangun Lumajang, Kamis(4/10/2018).

Kepala UPT Pasar Yosowilangun Lumajang, Zainal, nampak emosi saat ditemui oleh Agus yang hendak mengajak koordinasi untuk menata ulang dan mengelola pasar Induk Yosowilangun.

Bacaan Lainnya

Agus yang membawa aspirasi para pedagang untuk menata ulang pasar, mengaku miris melihat amarah Zainal yang mengajaknya berkelahi dengan membuka baju.

“Kaget saya, mau koordinasi kok malah yang bersangkutan emosi. Padahal yang hendak kami tanyakan ini menyangkut keluhan para pedagang. Seharusnya bagaimana, ayo kita carikan solusi. Eh malah nantang ngajak caruk(berkelahi,red), sampai dia buka baju segala. Apakah pantas pejabat seperti ini,” papar Agus Soli.

Ketidak-nyamanan yang diprotes para pedagang, kata Agus, yakni penataan stand, bau tak sedap, dan kecilnya bangunan pasar Yosowilangun. Bahkan sejumlah pedagang mengeluhkan juga adanya dugaan pungutan-pungutan yang kurang jelas untuk apa.

“Ya ada semacama Pungli(Pungutan liar,red). Ada rekaman kameranya milik pedagang. Ini masih saya simpan,” lanjut Agus.

foto : Agus Sopli Ketua Paguyuban Pasar Yosowilangun

Ia menjelaskan, berdasarkan aturan sewa, para pedagang dibebani retribusi bulanan sebesar Rp. 10.000 permeter. Tapi kenyataannnya, para pedagang harus membayar Rp. 300 ribu perbulan.

“Inikan juga termasuk Pungli,” tandasnya.

Dalam waktu dekat ini, Paguyuban Pedagang Pasar Induk Yosowilangun akan mengadu ke Bupati Lumajang, agar ada pembenahan bangunan pasar dan sistem pengelolaannya.

Agus menambahkan, bau tak sedap di dalam pasar berasal dari buangan air ikan yang menggenang, akibat salurannya tersumbat.  Kondisi pasar yang tak nyaman ini, lanjut Agus, jelas membuat para calon pembeli akan semakin enggan untuk berbelanja di pasar Induk Yosowilangun.

“Saya akan adukan ke pak Bupati, semoga ada perbaikan. Saya saja yang setiap hari disini rasanya mual menghirup baunya, apalagi calon pembeli, pasti mau muntah. Ini masih musin kemarau, saya tak bisa bayangkan kalau musim hujan nanti,” pungkasnya.(mam/r7)

Pos terkait