D-ONENEWS.COM

Komisi C Respons Keluhan Warga, Pemkot Bangun Tanggul di Perumahan Dosen Untag 

Foto : Aning Rahmawati

Surabaya,(DOC) – Keluhan warga  Perumahan Dosen Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) terkait banjir di musim hujan yang pernah dilaporkan ke Komisi C DPRD Kota Surabaya,  April 2021lalu,  direspons  Pemkot Surabaya.

Rekomendasi dari Komisi C untuk segera dibangun tanggul, saluran, dan pompa air di sekitar Perumahan Dosen Untag, akhirnya direalisasikan.

Menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati, pembangunan tanggul ini perlu, mengingat selama ini kawasan Perumahan Dosen Untag di Semolowaru terus dilanda banjir hingga ketinggian 60-70 cm, akibat aliran air dari arah barat atau Kampus Untag tersebut  tidak bisa mengalir ke arah timur atau Semolowaru.

“Terakhir, progressnya sudah dibangun tanggul agar ketika musim  hujan air tidak meluap ke perumahan. Saya sudah kontrol ke lokasi dan semua sudah selesai dan rapi, ”ujar Aning Rahmawati, Selasa (7/9/2021).

Dia mengatakan,  setelah dibangun tanggul, pada  9 Agustus 2021 ada pemasangan pompa dan pembangunan  saluran air. Jadi saluran air ini untuk mengurangi air yang berasal dari Perumahan Dosen Untag.

“Pompa air juga sudah dibangun, karena selama ini aliran air sungai Semolowaru selalu mengarah ke selatan,  sehingga Perumahan Dosen Untag kebanjiran,”terang politisi PKS Kota Surabaya ini.

Aning menerangkan, saat warga Perumahan Dosen Untag mengadu ke Komisi C, April lalu, sudah disepakati dengan Pemkot Surabaya yaitu, pembuatan tanggul, saluran air, pompa, untuk meminimalisasi air yang masuk ke dalam sungai.

Menurut Aning, pompa air berfungsi ketika saluran air penuh, maka akan disedot dan dialirkan ke bozem. Karena itu, juga perlu adanya bozem mini untuk mengurangi air di saluran besar yang selama ini meluap keluar.

“Hanya saja penutupan pintu dari arah timur itu yang belum saya kroscek. Tapi progressnya berjalan terus dari Dinas PU, ”jelas Aning.

Saat ditanya anggaran pembangunan tanggul, Aning mengatakan, biaya pembangunan tanggul masuk dalam APBD Surabaya 2021, karena Satgas Dinas Cipta Karya maupun Dinas PU Bina Marga dan Pematusan juga dianggarkan setiap tahun.

Contohnya, tutur Aning, anggaran Satgas di Dinas Cipta Karya Rp100 miliar setahun, belum lagi di Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya juga dianggarkan satgasnya per tahun.

“Jadi tidak mengutak-atik anggaran lain, karena satgas di dinas sudah ada, berbeda dengan anggaran proyek,”ungkapnya.

Seperti diketahui,   aliran air dari arah barat (Untag) itu tidak bisa mengalir ke timur ke Kelurahan Semolowaru. Air hanya bisa mengalir ke arah selatan, yakni ke Perumahan Dosen Untag. “Ini karena di bawah jembatan Semolowaru yang sekaligus berfungsi sebagai jalan,  ada box culvert besar yang menutupi aliran,”ungkap Aning.

Kalau box culvert itu dibongkar kemungkinan  tidak akan terjadi banjir. 

“Ya, untuk jangka panjang gorong-gorong atau box culvert  di bawah jembatan Semolowaru itu memang harus dibongkar. Dikembalikan ke fungsi drainase, bukan irigasi, karena pembangunan box culvert itu tidak sesuai. Kalau untuk penanganan jangka pendek, ya membangun tanggul, saluran air, dan pompa air, ” pungkas dia.(dhi/r7)

Loading...

baca juga