D-ONENEWS.COM

KPK Periksa 4 Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi di Pabrik Gula Jatiroto Lumajang

Gedung KPK

Lumajang,(DOC) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi di Pabrik Gula Jatiroto PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI. Kasus tersebut yakni pengadaan dan pemasangan Six Roll Mill di Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI, periode 2015 – 2016 lalu.

KPK melakukan pemeriksaan dengan meminta keterangan saksi terhadap empat pejabat tinggi PG Jatiroto.

Pada hari Kamis 21 Januari 2021 KPK melakukan pemeriksaan terhadap subagio yakni sebagai Kepala Urusan Sipil dan Traksi Divisi Teknik.

Ia periksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara korupsi tersebut.

“Subagio diminta keterangan terkait proses anwijzing yg diikuti oleh yang bersangkutan dalam pengadaan Six Roll Mill, yaitu terkait hal teknis khususnya mesin dan alat berat,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, saat dihubungi, Sabtu (23/1/2021),

Disaat itu KPK juga memanggil Djoko Martono mantan staf Divisi Pengadaan PTPN XI Tahun 2014 sampai 2015.

“Namun saat akan dilakukan pemeriksaan Djoko tidak hadir dan meminta penjadwalan ulang pemanggilan,” ujar Ali Fikri.

Sebelumnya, pada Rabu 20 Januari 2021 KPK sudah melakukan pemeriksaan dua orang sebagai saksi.

Ali Fikri mengatakan, yang sudah dimintai keterangan yakni Agus Amanda yang berstatus sebagai Kepala Urusan Perencanaan Bisnis Divisi PPB PTPN XI tahun 2015 hingga sampai sekarang.

“Agus Amanda ini didalami pengetahuannya terkait jabatan yang bersangkutan saat masih menjabat Kaur rencana bisnis pada PTPN XI yang melakukan usulan rencana pengadaan pada PTPN XI,” ujar Juru Bicara KPK.

Selain itu yang dilakukan pemeriksaan sebagai saksi yakni Sutarno merupakan pensiunan PTPN XI Surabaya.

“Sutarno didalami pengetahuannya terkait jabatan yang bersangkutan saat bertugas sebagai staf teknik yang turut dilibatkan dalam proses pengadaan six roll mill,” terangnya.

Ali Fikri menambahkan, ada seorang saksi yang tidak menghadiri panggilan pada Rabu 20 Januari 2021 yakni Direktur PT Hastaco Multi Sarana yakni Adi Wijarwo.

“Adi tidak hadir dan akan dilakukan penjadwalan kembali,” imbuhnya.

KPK masih merahasiakan kasus ini secara detail, baik tersangka, konstruksi perkara maupun kerugian negara akibat bancakan pengadaan mesin tersebut.

Namun, Fikri memastikan KPK akan terus menyampaikan perkembangan informasi soal penanganan perkara ini.

“Kami juga mengajak masyarakat ikut pula mengawasi setiap prosesnya,” pungkasnya Ali. (Imam)

Loading...

baca juga