D-ONENEWS.COM

Menkop UKM Minta Perbankan Ubah Pola Kredit ke Pelaku UMKM

Solo,(DOC) – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki didampingi Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming menghadiri acara peluncuran roadshow Klinik UMKM bertema “Berdayakan UMKM, Lahirkan Pahlawan Digital Baru” yang berlangsung di Solo Technopark, Jumat(12/11/2021).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Gibran menyatakan bahwa Solo terus berupaya membangkitkan ekonomi masyarakat melalui sejumlah event, salah satunya Solo Great Sale 2021 yang pesertanya kebanyakan para pelaku UMKM.

“Sebagai laporan kepada Pak Menteri bahwa Solo Great Sale 2021 mencapai nilai transaksi Rp 1,1 triliun dari target Rp 800 miliar. Artinya daya beli masyarakat masih terkendali ditengah pandemi,” ungkap Gibran.

Gibran menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong akselerasi inkubasi bagi UMKM. Ia berharap UMKM dapat naik kelas terutama ditengah masa pandemi.

“Sekali lagi patut kita syukuri ditengah pandemi umkm kita dipaksa go digital. Kita juga sudah mulai pasar tradisional kita untuk cashless. Saya yakin kedepan bisa lebih baik lagi,” katanya.

Ia juga berharap, Solo Technopark harus dimanfaatkan sebagai ajang UMKM scaling-up, karena merupakan tempat berkumpulnya para unicorn, CEO, pengusaha sukses, hingga orang-orang kreatif dan produktif.

Sementara itu, Menkop dan UMK Teten Masduki meminta pihak perbankan mengubah cara pandang dalam penyaluran kredit kepada UMKM. Bila selama ini lebih dominan dengan pola pandang terhadap ketersediaan dan kekuatan agunan, maka sebaiknya sudah mulai menilai dari sisi kelayakan atau cashflow usaha UMKM.

Teten menyebutkan bahwa kredit perbankan bagi UMKM saat ini baru sebesar 19,8 persen, akan ditingkatkan menjadi di atas 30 persen pada 2024 mendatang.

“Oleh karena itu, digitalisasi UMKM tidak hanya fokus pada sisi pemasaran saja. Lebih dari itu, dalam pengelolaan bisnis UMKM juga harus sudah digital. Jadi, pihak perbankan bisa melihat dengan jelas kelayakan usaha dan cashflow UMKM secara digital,” jelasnya.

Teten menjelaskan, hingga saat ini, terdapat sekitar 16,4 juta UMKM telah terhubung ke ekosistem digital. Jumlah ini dinilai meningkat hampir 105 persen.

“Target hingga 2024 sebanyak 30 juta pelaku UMKM sudah onboarding di platform-platform digital. Kami akan lebih menyasar pelaku usaha mikro yang jumlahnya masih sangat dominan,” jelasnya.

Untuk mengurangi jumlah usaha mikro dengan strategi scaling-up, Teten meminta para kepala daerah untuk mengembangkan keunggulan domestik yang dimiliki masing-masing.

“Keunggulan domestik itu harus dikembangkan. Daerah yang pilih sendiri sektor mana yang bisa di-scaling up,” tandas Teten.

Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh CEO Bukalapak, Rahmat Kaimuddin.(jj/r7)

Loading...

baca juga