Surabaya,(DOC) – Tim juri dari pusat baru-baru ini melakukan penilaian terhadap Kota Surabaya dalam kategori Kota Layak Anak (KLA).
Mereka mendapat kejutan terhadap kota ini, karena Surabaya di nilai sebagai kota satu-satunya yang memiliki “Rumah Prestasi”.
Menurut Eri, rumah prestasi ini adalah tempat yang memberikan dukungan kepada anak-anak dengan kelebihan. Termasuk anak disabilitas yang dapat menunjukkan kemampuannya.
Rumah prestasi ini merupakan tempat yang melibatkan berbagai tahapan, termasuk Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Balai RW.
“Keberadaan Puspaga yang akan di bangun di seluruh RW ini untuk mendukung rumah prestasi tersebut,” tandasnya.
Ia berharap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si, mengumumkan Surabaya menjadi Kota Layak Anak Paripurna.
“Ketika tim juri mengumumkan hasil penilaiannya, Surabaya sudah bisa menjadi kota yang layak untuk anak-anak. Namun hal ini akan bergantung pada keputusan menteri (Menteri P3A),” kata Wali Kota Eri.
Cak Eri panggilan akrab Wali Kota menambahkan, Kota Surabaya telah mempersiapkan diri untuk menjadi Kota Layak Anak (KLA) yang lengkap. Ada peraturan yang telah di tetapkan untuk melindungi kepentingan anak-anak. Bahkan di Surabaya telah membentuk forum anak (FAS) dan memfasilitasi penampilan kemampuan anak-anak baik di dalam maupun di luar gedung.
“Selain juga memiliki Pusat Pendidikan Keluarga (parenting). Karena pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anak di kota yang besar ini,” tandasnya.
Ia menekankan, pemerintah kini fokus menghadapi masalah anak yang timbul.
Upaya pencegahan yang telah di lakukan, sambung Cak Eri, yakni membentuk Pusat Pendidikan Keluarga, sosialisasi, pelatihan, serta penghargaan bagi rumah prestasi.
“Surabaya berencana membangun rumah prestasi di setiap wilayah. Termasuk barat, timur, selatan, dan utara. Selain itu, Surabaya juga melakukan kegiatan parenting di setiap RW,” ucapnya.
Menurut Cak Eri, dalam membentuk karakter anak, ia berencana menggabungkan program parenting dengan konsep kampung madani.
Konsep ini tidak hanya melibatkan sekolah dalam menjaga anak-anak untuk mencegah melakukan tindakan negatif, tetapi juga melibatkan orang tua.
“Tim penilai yang datang ke Surabaya mengakui bahwa tidak ada konsep serupa yang ada di Indonesia. Keberhasilan Surabaya dalam mencapai KLA tergantung pada kekuatan bersama masyarakat,” katanya.
Untuk memastikan kebijakan ini berkelanjutan, ia mengaku telah mengimplementasikan peraturan dalam Perwali dan Perda anak yang baru di sahkan oleh lembaga DPRD kota Surabaya.
Komitmen ini menunjukkan bahwa tidak hanya Pemerintah Kota, tetapi juga DPRD terlibat dalam upaya menjadikan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Komitmen ini tidak akan berubah meskipun pergantian kepala daerah karena telah di sahkan bersama.
“Komitmen ini di perkuat melalui Perwali yang telah di tunjukkan ke tim penilai sebagai salah satu bukti. Tapi Surabaya ingin menekankan bahwa tujuan mereka bukan hanya untuk mendapatkan predikat Kota Layak Anak, tetapi juga untuk menciptakan pemimpin masa depan yang lahir dari anak-anak mereka. Ketika pemimpin lahir dari anak-anak Surabaya, tanggung jawab bukan hanya pada pemerintah. Namun juga pada orang tua, sekolah, dan seluruh masyarakat untuk menciptakan pemimpin yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah-satu contoh keberhasilan KLA adalah program atlet yang telah di berikan tempat latihan bagi semua atlet dan pada tahun 2024.
Tidak ada atlet yang tidak memiliki tempat latihan.
“Ini adalah komitmen pemerintah dalam mendukung anak-anak dalam ekspresi jiwa mereka, baik dalam bidang akademis maupun bidang kelebihan yang mereka miliki. Program KLA telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” pungkasnya. (r7)





