
Surabaya, (DOC) – Ada pemandangan berbeda dan menyentuh hati dalam pelaksanaan Hari Pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Surabaya, Senin (13/7/2026). Ratusan siswa baru tidak hanya disambut oleh senyum ramah para guru, melainkan diantar langsung oleh sosok ayah mereka menuju gerbang sekolah.
Momen hangat ini menjadi salah satu daya tarik utama penerapan MPLS Ramah Anak di SMPN 19 Surabaya, yang menjadi salah satu sekolah percontohan di Kota Pahlawan.
Kepala Sekolah SMPN 19 Surabaya, Sri Widowati, menjelaskan bahwa kehadiran para ayah di hari pertama sekolah ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut merupakan tindak lanjut nyata dari surat edaran Wali Kota Surabaya yang ingin membangun ikatan emosional kuat antara orang tua, anak, dan pihak sekolah sejak hari pertama menapakkan kaki di jenjang pendidikan baru.
“Sesuai edaran Wali Kota, pada hari pertama ini siswa baru diantar langsung oleh ayah mereka. Sebelum MPLS dimulai pun, kami sudah menggelar sosialisasi parenting dengan orang tua. Jadi mereka paham aturan baru dan juknis MPLS dari Kemendikbud ini seperti apa,” jelas Sri Widowati.
Keterlibatan aktif orang tua, khususnya figur ayah, menjadi fondasi penting dalam menciptakan atmosfer MPLS yang ceria, ramah, dan jauh dari kesan menegangkan. Sebanyak 13 gugus siswa baru di SMPN 19 Surabaya dipastikan menjalani masa pengenalan selama lima hari tanpa bayang-bayang senioritas negatif.
Meskipun melibatkan OSIS, peran kakak kelas murni dibatasi hanya untuk membimbing, sementara seluruh tanggung jawab acara tetap berada penuh di tangan para guru melalui materi edukatif “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.
Semangat keterlibatan orang tua dan konsep ramah anak ini juga menular di jenjang Sekolah Dasar (SD), salah satunya di SDN Klampis Ngasem I Surabaya. Mengingat siswa baru berada dalam fase transisi dari Taman Kanak-Kanak (TK) ke SD, sekolah fokus menetralisir ketakutan psikis anak agar tidak kaget dengan lingkungan baru.
“Anak-anak TK sering menganggap SD itu terlalu serius dan bukunya besar-besar. Ketakutan itu yang kita netralisir. Kita tunjukkan bahwa SD juga menyenangkan,” ujar Kepala Sekolah SDN Klampis Ngasem I, Slamet Pujiono.
Untuk mengenalkan fasilitas sekolah kepada 112 siswa baru, SDN Klampis Ngasem I mengemasnya lewat permainan kreatif “Tur Berburu Harta Karun” serta mengajarkan kepedulian lingkungan sejak dini lewat aktivitas menyenangkan bertajuk “Operasi Semut”.
Slamet Pujiono berpesan, momentum kedekatan orang tua yang terjalin sejak hari pertama mengantar anak ini harus terus dijaga lewat koordinasi yang intens dengan pihak sekolah.
Mendidik anak tidak bisa searah. Orang tua harus tahu program sekolah agar di rumah bisa memberikan dukungan dan motivasi yang selaras. Dengan begitu, potensi anak-anak bisa maksimal,” pungkas Slamet.





