D-ONENEWS.COM

Momen Hari Lingkungan Sedunia, Reni Astuti Dorong Pemkot Surabaya Ciptakan Inovasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Surabaya,(DOC) – Peringatan Hari Lingkungan Sedunia dimanfaatkan oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti untuk memantau Tempat Pembuangan Sementara (TPS)  Super Depo TPS Sutorejo dan Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan, Jumat(4/6/2021).

Politisi perempuan tersebut, ingin melihat teknologi terkini sistem pengolahan sampah di TPS, psaca sepeninggalannya mantan Wali Kota Tri Rismaharini.

“Surabaya kota padat penduduk tentunya sampah yang dihasilkan banyak. Sehingga pengelolaan sampah harus secara modern, seperti upaya Pemkot melalui TPS 3R. Sampah diolah dan menghasilkan produk daur ulang, kompos dan residu. TPS 3R mampu mereduksi hingga 60% sampah yang masuk,” jelas politisi PKS ini.

Prestasi Surabaya di bidang lingkungan sudah banyak diadopsi daerah lain dan saat ini dirinya ingin inovasi lebih dari pemerintah daerah untuk mengembangkan pengelolaan sampah.

Reni mengakui bahwa system pengelolaan sampah di Surabaya sudah menuai berbagai penghargaan, yang dulu dimotori oleh Wali Kota Surabaya periode lalu yakni Tri Rismaharini.

Ia mengenang TPS Sutorejo yang menjadi pengelolaan sampah konsep 3R (Reduce, Reuse, Recylce), dulu diresmikan Menteri Lingkungan Hidup dan digagas oleh Wali kota Risma yang bekerjasama dengan kota Kitakyushu Jepang pada tahun 2013 lalu.

Sekarang konsep TPS 3R sudah dikembangkan menjadi 9 TPS dari 187 total TPS se Surabaya.

Reni menjelaskan, 9 TPS yang sudah menggunakan invasi 3R berada di Karang Pilang, Kedung Cowek, Sutorejo, Tenggilis, Gunung Anyar, Waru Gunung, Jambangan, Bratang, dan Osowilangon. Kedepan Pemkot perlu memperkuat pengelolaan sampah mulai dari hulu atau rumah tangga.

“Jika belum semua TPS berkonsep 3R karena kendala lahan, sampah dapat dipilah sejak dari rumah, armada angkut sampah ke TPS perharinya juga tidak bercampur antara sampah organik dan anorganik,” tambahnya.

Ia mengusulkan Perwali agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat merealisasikan inovasi tersebut, sekaligus melengkapi peraturan daerah (Perda) nomer 1/2019) tentang pengelolaan sampah dan kerbersihan.

“Semakin sedikit residu sampah yang masuk di TPA Benowo maka biaya untuk pengelolaan sampah semakin berkurang dan dana bisa dipergunakan untuk program pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan,” terang Reni.

Anggota legislative 3 periode ini, juga mendorong Pemkot Surabaya untuk membentuk kampung percontohan, sebagai pilot project program pemilhan sampah di tingkat rumah tangga. Pemerintah bisa memberdayakan pemenang lomba “Kampung Surabaya Smart City (SSC)” untuk menerapkan program itu.

“Bank sampah sudah banyak di Surabaya. Dengan kampung percontohan ini, akan tambah memperkuat pengelolaan sampah, bahkan warga juga terlibat aktif untuk memajukan Surabaya yang ramah lingkungan,” tandasnya.(fadiv/r7)

Loading...

baca juga