PAD Lumajang Mengalami Lonjakan Cukup Signifikan Sebesar 19 Milyar

Lumajang, (DOC)-Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) mengalami peningkatan cukup signifikan tahun ini sebesar 19,9 milyar.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang Endhi Setyo Arifianto ketika di konfirmasi melalui via telpon.

“Peningkatan PAD di Lumajang pada Bulan Desember ini mencapai 19,9 milyar dari sektor pasir tahun ini,” ujar Endhi.

Menurutnya, Kondisi demikian tentu saja menjadikan pencapaian yang sangat bagus dimana tahun 2022 PAD Lumajang hanya mencapai 15 M dan tahun ini awal Desember mencapai 19,9 Milyar.

“Sehingga dengan adanya peningkatan 4 M, jumlah tersebut dimungkinkan akan terus bertambah sampai pada angka 20 sampai 21 Milyar pada akhir bulan Desember tahun ini,” terangnya.

Endhi mengatakan, peningkatan PAD Lumajang merupakan bentuk kerja keras semua pihak untuk memaksimalkan penjagaan pada potensi bocornya pasir Lumajang melalui jalan tikus yang diindikasi menjadi salah satu penyebab kebocoran.

“Kami juga menyatakan disini bahwa kekhawatiran masyarakat kemarin dengan adanya penutupan stockpile terpadu itu berdampak terhadap perolehan MBLB,” ujarnya.

Dengan adanya penutupan stockpile terpadu maka pos pantau yang ada di stockpile terpadu itu dialihkan ke bekas timbangan Pasir di Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh.

“Kita juga ada data terkait dengan perolehan MBLB kita dari SKABnya tidak ada pengurangan atau penurunan ketika kita memindahkan dari pos stockpile terpadu ke Jembatan timbang Lempeni,” beber Endhi.

Ia mengakui di Lumajang banyak jalan tikus yang di lalui kendaraan truk mengakut pasir. Untuk itu pihaknya sudah erkoordinasi membuat kepada ibu pj bupati untuk memindahkan pos pantau berada di simpul tambang.

“Kalau memindahkan simpul tambang otomatif kebutuhan kita adalah petugas untuk menjaga di mulut tambang. Tapi saat ini kita tidak mungkin untuk pengrekrutan tenaga kerja honorer,” imbuhnya.

Baca Juga:  Puluhan Warga Keracunan Makanan usai Pengajian di Kedungjajang, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk memindahkan dari OPD lain yang dianggap ada kelebihan tenaga honorer untuk di perbantukan di BPRD.

“Dengan kelebihan tenaga honorer untuk diperbantukan di BPRD, sehingga bisa di manfaat untuk menjaga di simpul-simpul tambang,” tuturnya.

Endhi Setyo berkomitmen bersama tim akan terus menggenjot PAD Lumajang sampai pada batas maksimal sehingga kedepanya bisa bermanfaat untuk masyarakat Lumajang.

“Satgas tambang selalu keliling untuk menekan kebocoran selama ini sehingga pendapatan bisa maksimal,” pungkasnya. (Imam)

Pos terkait