Surabaya,(DOC) – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus mengakselerasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) seiring di sahkannya Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru oleh pemerintah. Salah satu upaya yang di lakukan adalah mengajak insan media menyaksikan langsung, secara virtual, operasional pembangkit listrik hijau di berbagai wilayah Jawa Timur.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan kegiatan bertajuk Virtual Journey to Green Power ini di rancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai operasional pembangkit EBT melalui teknologi digital.
“Program ini kami jalankan untuk mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang bersih dan berkelanjutan. Kami mengajak rekan-rekan media agar informasi tentang EBT semakin luas dan sampai ke masyarakat,” ujar Ahmad Mustaqir di Kantor PLN UID Jawa Timur, Kamis (15/1).
Melalui teknologi virtual reality (VR), peserta di ajak menelusuri berbagai pembangkit EBT secara real time. Media dapat melihat langsung kondisi pembangkit seperti PLTA Ijen, PLTA Banyuwangi, hingga pembangkit listrik tenaga air skala kecil di Surabaya, sekaligus memahami proses produksi listrik dari hulu ke hilir.
Dalam virtual journey tersebut, PLN juga menampilkan operasional pembangkit listrik tenaga sampah di Surabaya yang selama ini menjadi rujukan nasional. Menurut Ahmad Mustaqir, pembangkit tersebut mampu beroperasi secara stabil dan berkelanjutan sejak awal beroperasi.
“Di beberapa daerah lain, pembangkit sejenis belum berjalan optimal. Sementara di Surabaya, operasionalnya relatif konsisten,” jelasnya.
Kelistrikan Digital
Selain pembangkit, PLN UID Jawa Timur juga memperkenalkan sistem pengendalian kelistrikan berbasis digital. Melalui pusat pengatur distribusi, petugas dapat memantau seluruh gardu induk di Jawa Timur, termasuk aktivitas pemeliharaan dan pengoperasian jaringan tegangan menengah 20 kV secara real time.
“Dengan sistem digital, performa peralatan bisa di pantau terus-menerus. Jika terjadi gangguan, penanganan bisa di lakukan lebih cepat dan tepat,” katanya.
Saat ini, kapasitas pembangkit EBT di Jawa Timur mencapai sekitar 293 megawatt atau sekitar 3,5 persen dari total sistem kelistrikan. Meski masih didominasi pembangkit fosil, PLN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan porsi energi bersih.
Pengembangan EBT ke depan di fokuskan pada energi surya, terutama di wilayah Madura dan kepulauan. Ahmad Mustaqir menyebut potensi tenaga surya di Indonesia sangat besar dan relatif lebih mudah di kembangkan di bandingkan tenaga air yang bergantung pada debit dan ekosistem.
“Seluruh pulau berpenghuni di Madura sudah di aliri listrik. Memang masih ada yang belum 24 jam, tetapi target kami pada 2027 seluruhnya sudah berlistrik penuh selama 24 jam,” ungkapnya.
PLN juga melihat potensi besar pengolahan sampah menjadi energi listrik, khususnya di kota-kota dengan volume sampah tinggi seperti Surabaya. Energi dari sampah di nilai dapat menjadi solusi ganda, yakni mengatasi persoalan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah. (r6)





