Surabaya,(DOC) – Mantan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno melempar peringatan keras terkait kondisi wirausaha di tanah air. Dalam Seminar Nasional bertajuk Indonesia Darurat Pengusaha di Hotel Namira Surabaya, Sabtu (31/1/2026), Sandiaga menyebut Indonesia sedang mengalami ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja berkualitas.
Sandiaga menilai, meski ekonomi tumbuh positif, mayoritas pengusaha baru masih terjebak di sektor informal. Kondisi ini memicu lahirnya lapangan kerja yang rapuh dengan penghasilan rendah.
Sandiaga mengungkapkan kegelisahannya terhadap tren lulusan pendidikan yang terpaksa lari ke sektor informal akibat minimnya pilihan kerja yang layak. Hal ini berdampak pada rendahnya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan dasar.
“Punya pekerjaan saja tidak cukup. Pendapatan harus memungkinkan orang hidup layak dan menabung. Inilah yang saya sebut darurat pengusaha; kita butuh pengusaha yang menciptakan lapangan kerja berkelanjutan, bukan sekadar sektor informal yang rapuh,” tegas Sandiaga.
Ia memperingatkan bahwa tanpa ekosistem yang kuat, kesenjangan sosial akan semakin lebar, ‘si besar’ semakin raksasa, sementara pelaku usaha kecil semakin terpinggirkan.
Manfaatkan Geopolitik: Indonesia Jadi Basis Produksi
Di tengah ketidakpastian global dan perang tarif, Sandiaga melihat peluang besar bagi Indonesia. Ia mendorong pemerintah untuk tidak sekadar menjadi pasar ekspor negara asing, melainkan menarik relokasi industri sebagai basis produksi.
“Negara-negara seperti China, India, dan Eropa masih terbuka untuk kerja sama. Kita harus gunakan Indonesia sebagai basis produksi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, demi kemaslahatan rakyat,” ujarnya.
Memasuki tahun 2026, Sandiaga optimis sektor ekonomi kreatif akan menjadi pilar utama kemandirian bangsa. Sektor kuliner, fesyen, hingga konten digital terbukti lebih inklusif dan memberikan nilai tambah tinggi dibandingkan sektor ekstraktif.
“Ekonomi kreatif adalah jalan migrasi kita menuju ekonomi yang lebih adil. Ini adalah motor baru yang mampu menyerap puluhan juta tenaga kerja,” tambahnya.
Tiga Kunci Hadapi 2026: Inovasi, Adaptasi, Kolaborasi
Menutup paparannya, Sandiaga Uno membagikan tiga strategi utama bagi para pelaku usaha untuk bertahan dan berkembang di tahun ini:
- Inovasi: Menghadirkan model bisnis yang berdampak pada kesehatan, lingkungan, dan sosial.
- Adaptasi: Responsif terhadap teknologi, termasuk pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dan platform digital.
- Kolaborasi: Membangun sinergi lintas sektor, misalnya properti dengan teknologi atau manufaktur dengan industri kreatif.
“Tidak bisa lagi jalan sendiri. Cara berjualan sudah berubah; dari influencer besar hingga afiliator kecil, semua punya peluang asal mau berkolaborasi,” pungkasnya. (ode/r7)





