Senin Depan, Program Pesantren di Lapas Kelas IIB Lumajang Akan Diterapkan

Lumajang, (DOC)-Program keagamaan (Pesantren) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Lumajang selangkah lagi akan mulai diterapkan.

Untuk itulah Lapas Kelas IIB Lumajang melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan lima instansi Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Bacaan Lainnya

Salah satu instansi yang melakukan penandatanganan MoU adalah Kementrian Agama Kabupaten Lumajang.

Dalam hal ini, Kementrian Agama Kabupaten Lumajang bekerjasama untuk program pesantren yang nantinya akan di launching pada tanggal 22 Oktober 2021 bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN).

Kepala Kemenag Lumajang, Muhammad Muslim menyampaikan, program dasar pesantren di Lapas Kelas IIB Lumajang akan diterapkan mulai senin depan.

“Mulai hari senin besok kita sudah ada kegiatan pembelajaran pembinaan keagamaan. Kita sudah menyusun ada kurang lebih 12 program,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Kamis (23/9/2021).

Namun, untuk peresmiannya akan dilakukan pada 22 Oktober mendatang bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN).

“Yang jelas nanti Lapas ini, nuansanya akan menjadi seperti pondok pesantren mulai bangun sampai tidur,” terang Muhammad Muslim.

Ia mengatakan, jumlah kegiatan yang sudah dirancang untuk warga binaan meliputi Tulis Qu’ran (BTQ), tartil Quran, tilawah bahkan tahfidz qur’an.

“Ada program unggulan yakni tahfidzul Qur’an/hafalan Al-Quran,” ujar Muslim.

Selain itu, ada pula program yang dirancang untuk memperdalam keislaman bagi warga binaan.

“Nanti kami juga menyiapkan kajian fiqih, hadist dan tauhid. Untuk pematerinya nanti para ustadz yang masuk kesini,” terangnya.

Lebih lanjut Muslimin menyampaikan, nanti warga binaan setiap bulan akan menerima materi pembelajaran yang sifatnya seperti istighosah juga rotibul hadaddan.

“Ada juga yang sifatnya seperti pembelajaran pengobatan ala nabi misalnya bekam. lalu ada juga istigosah, itu sebulan sekali,” katanya.

Sementara itu Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang Agus Wahono, mengungkapkan, dengan adanya program ini diharapkan bimbingan yang diberikan bisa menjadi bekal dalam hidup dan tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan, hingga berurusan dengan masalah hukum.

Baca Juga:  Usut Pelaku Pembuangan Bayi, Polres Lumajang Bentuk Timsus

“kami sangat menyambut baik Lapas menjadi Pondok Pesantren. harapannya warga binaan ini bisa memperdalam ilmu agama ketika bebas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Lapas Lumajang juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang yang nantinya akan menekankan pada peningkatan pelayanan pemeriksaan dan penindakan medis pada WBP Lapas Lumajang.

“Lapas Lumajang juga menggandeng Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, karena lapas menyediakan fasilitas perpustakaan bagi WBP,” pungkas Agus Wahono. (Imam)

Pos terkait