Yekape Didorong Keluar dari Zona Nyaman, Pansus Tekankan Inovasi dan Akselerasi

 

Bacaan Lainnya

Surabaya, (DOC) – Panitia Khusus (Pansus) memulai pembahasan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pembentukan Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) “Yekape” pada Kamis (5/12/2024). Rapat ini di pimpin oleh Ketua Pansus Yekape, Eri Irawan. Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Direktur Utama YKP, Hermin Rosita, bersama perangkat daerah dari Pemerintah Kota Surabaya.

Eri Irawan mengungkapkan bahwa rapat kali ini di fokuskan pada evaluasi mendalam terhadap aspek substantif dalam rancangan regulasi. Ia menyebut publik memiliki ekspektasi tinggi terhadap transformasi Yekape.

“Harapan masyarakat adalah agar Yekape mampu mewujudkan kinerja keuangan optimal. Dengan demikian, kontribusi terhadap Pemkot Surabaya dan masyarakat dapat terus meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penerapan tata kelola yang baik melalui prinsip good corporate governance (GCG).

“Yekape sebenarnya telah memiliki Satuan Pengawas Internal, yang menjadi salah satu elemen penting GCG. Namun, tata kelola yang baik seharusnya tidak menjadi alasan untuk menunda ekspansi bisnis. Publik ingin melihat Yekape bergerak cepat, lincah, dan mampu mencatatkan keuntungan maksimal,” tegasnya.

Selain tata kelola, Pansus juga menekankan urgensi pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Ia berharap Yekape dapat memperkuat posisinya dalam industri properti di Kota Surabaya.

“Bisnis properti memiliki kunci penting, yaitu land banking. Kami ingin regulasi ini memberikan ruang yang cukup bagi Yekape untuk melakukan transformasi dan ekspansi. Sayangnya, hingga saat ini, progres pengembangan bisnisnya masih belum terlihat signifikan,” katanya.

Dalam pandangannya, potensi Yekape untuk berkembang masih sangat besar. Namun, target pengembangan bisnis yang di ajukan di anggap terlalu konservatif. Untuk mengatasi tantangan modal, Eri mendorong solusi kreatif.

“Misalnya, Pemkot Surabaya bisa mengkaji opsi inbreng aset ke Yekape. Langkah ini dapat meningkatkan peluang pendanaan dari lembaga keuangan. Apalagi, rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio) Yekape masih memungkinkan ekspansi lebih lanjut,” jelasnya.

Baca Juga:  COMMFEST 2026 Soroti Pengaruh Media Sosial dalam Membentuk Cara Pandang Generasi Muda
Komitmen untuk Kesejahteraan Masyarakat

Aspek terakhir yang menjadi sorotan adalah komitmen Yekape dalam mendukung kebutuhan rumah bagi masyarakat. Menurut Eri, rancangan Perda ini harus memberikan keseimbangan. Di satu sisi, Yekape perlu mengoptimalkan laba. Di sisi lain, perusahaan ini juga harus berkontribusi menyediakan perumahan dengan harga yang terjangkau bagi warga Surabaya.

“Masyarakat membutuhkan skema pembelian rumah yang tidak memberatkan. Karena itu, rancangan Perda perlu di rancang sedemikian rupa agar Yekape mampu menjalankan perannya secara optimal. Selain berorientasi laba, Yekape harus menjalankan fungsi sosialnya,” ungkapnya.

Eri menutup dengan mengingatkan bahwa Yekape harus mampu keluar dari zona nyaman. Ia menekankan pentingnya mendukung visi strategis Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

“Jika Yekape tidak melakukan transformasi, dividen yang di hasilkan setiap tahun hanya akan stagnan di angka Rp17 miliar. Padahal, potensi untuk meningkatkan kontribusi jauh lebih besar, asalkan bisnisnya terus berkembang,” pungkas Eri. (r6)

Pos terkait