
Jakarta,(DOC) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa sebanyak 184 daerah di Indonesia telah mengajukan usulan pembangunan Sekolah Rakyat. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme pemerintah daerah terhadap program pendidikan tersebut.
“Kalau yang 184 sudah siap lahannya. Justru itu usulan dari daerah-daerah,” ujar Tito, di kutip Rabu(26/3/2025).
Tito menyebut, program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif dari Presiden RI yang di tujukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di berbagai wilayah. Pemerintah pusat, kata dia, akan turut membantu dalam proses rekrutmen tenaga pengajar.
“Sekolah Rakyat di bangun oleh Bapak Presiden. Kita juga akan bantu rekrutmen guru dan terus berkomunikasi dengan pemda. Saat ini, sudah ada 53 daerah yang menyatakan siap,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) menambahkan, pemerintah telah menyiapkan dua skema penempatan guru untuk Sekolah Rakyat. Pertama, guru akan di tempatkan melalui penugasan ASN; kedua, melalui guru bersertifikat pendidikan profesi guru (PPG).
Menurut Gus Ipul, proses perekrutan guru dan penentuan kurikulum saat ini sudah memasuki tahap finalisasi. Proses ini di pimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan bahwa tata kelola Sekolah Rakyat tidak akan berbeda dengan sekolah pada umumnya. Pengelolaannya pun dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas kementerian.
“Tidak akan ada kesenjangan. Pengelolaan Sekolah Rakyat dilakukan bersama-sama lintas kementerian, agar setara dengan sekolah-sekolah lainnya,” pungkasnya.(rd)





