2.600 Pendidik Ikuti Sosialisasi Talenta Digital, Khofifah Optimistis Jatim Jadi Lumbung Nasional

2.600 Pendidik Ikuti Sosialisasi Talenta Digital, Khofifah Optimistis Jatim Jadi Lumbung NasionalSurabaya,(DOC) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan Jawa Timur (Jatim) menjadi lumbung talenta digital nasional. Karena itu, ia menempatkan penguatan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional. Kegiatan ini melibatkan 2.600 tenaga pendidik dan berlangsung secara hybrid di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Selasa(20/1/2026).

Bacaan Lainnya

Sebanyak 190 peserta mengikuti kegiatan secara luring di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, 2.410 peserta lainnya bergabung secara daring dari satuan pendidikan masing-masing.

Khofifah menyebut Jawa Timur memiliki modal strategis untuk membangun talenta digital unggul. Menurutnya, jumlah penduduk yang besar serta dukungan industri kreatif memperkuat posisi daerah.

“Jawa Timur siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Karena itu, pengelolaan talenta harus dimulai sejak pendidikan,” tegas Khofifah.

Pendidikan Jadi Kunci Transformasi Digital

Lebih lanjut, Khofifah menilai percepatan transformasi digital menuntut perubahan paradigma pembangunan. Oleh sebab itu, ia menegaskan pendidikan harus berperan sebagai instrumen utama, bukan sekadar sektor pendukung.

Sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Khofifah menyatakan kualitas sumber daya manusia akan menentukan daya saing bangsa ke depan. Karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan karakter kebangsaan harus berjalan seiring.

Menurut Khofifah, Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional menjadi langkah strategis negara. Program ini membangun ekosistem talenta digital berkelanjutan, mulai dari pendidikan dasar hingga dunia kerja.

Selain itu, program tersebut menjawab tantangan disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan. Karena itu, penguatan kapasitas pendidik memegang peran kunci dalam transformasi pendidikan.

“Pendidikan harus menyiapkan pelajar yang siap kerja, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Pemprov Jatim Dorong Pendidikan Berdampak

Pemprov Jawa Timur terus mendorong transformasi pendidikan agar tidak berfokus pada hafalan semata. Sebaliknya, pembelajaran diarahkan pada penguatan nalar kritis, kreativitas, dan literasi digital.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi dengan Menlu Singapura

Khofifah menegaskan pendidikan harus memberi dampak nyata bagi kehidupan. Menurutnya, pendidikan membuka harapan, menguatkan karakter, dan meningkatkan kualitas hidup.

“Dari pendidikan yang berdampak, kita menyiapkan talenta digital yang unggul dan berkarakter,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut kegiatan ini sebagai yang pertama di Indonesia. Menurutnya, langkah ini memperkuat peran pendidikan daerah dalam menyiapkan talenta digital.

Ia berharap pengelolaan talenta digital sejak dini membuka peluang kerja lebih luas. Dengan demikian, kompetensi lulusan dapat selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. (lup/r7)

Pos terkait