Warung Sabu Berkedok Kamar Kos di Bongkar Polsek Tambaksari

Surabaya,(DOC) – Polsek Tambaksari Surabaya menangkap 3 tersangka dan ungkap “warung sabu” yang berkedok kamar kos di salah satu rumah Banowati IV Simolawang Kecamatan Simokerto Kota
Surabaya.

Tiga orang yang ditangkap yakni J.H, Z.A dan M.R.S, diringkus polisi usai melakukan pesta sabu. Melalui interograsi polisi, terungkap jika kamar kos yang ditempatinya menjadi tempat “andok” sabu.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Tambaksari, Kompol M Akhyar, mengatakan digerebeknya kawasan tersebut bermula dari informasi masyarakat yang menyebut dikawasan sering terjadi pesta narkoba.

Setelah mendapatkan informasi tersebut pihaknya menerjunkan Tim Anti Bandit Polsek Tambaksari yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Zainul Abidin, untuk melakukan penyildikan.

Kamar kos di Banowati itu lalu digrebek. Hasilnya tiga orang pria di dalam kamar diamankan. Polisi temukan puluhan gram narkotika jenis sabu berikut peralatan hisapnya. sekitar pukul 13.00, Selasa (15/3/2022).

“Jelang ramadhan kami memprioritaskan kejahatan konvensional dan extraordinary selain juga penyakit masyarakat. Peredaran narkotika ini menjadi salah satu yang kami targetkan,” ujar Senin (21/3/2022).

“Mereka kami amankan di tempat, saat sedang memecah sabu dan sedang asyik pesta sabu dan memilah sabu dalam paket kecil,” imbuhnya.

Polisi kemudian melakukan interogasi guna mengetahui peran masing-masing pelaku.

Polisi akhirnya menetapkan, Jumhari sebagai bandar kecil yang mempekerjakan dua orang yakni Zainal Abidin dan Rudi Santoso.

“Tersangka JH dikirim paket oleh atasannya yang kini masih dalam pencarian,” tambahnya.

Sekali kirim, JH mendapat paket sebesar 50 gram dalam seminggu. Dari paket tersebut para pelaku mendapatkan keuntungan hingga Rp 10 juta.

“Uangnya digunakan kebutuhan dan sekitar 4,5 juta untuk membayar dua pekerjanya yang juga kami amankan,” tandasnya.

Sementara itu, saat ditanya media JH menuturkan sudah delapan bulan menjalankan bisnis haram itu. Dan baru sekali ini ditangkap polisi.

“Belum pernah tertangkap. Baru sekali ini. Ya keuntungannya untuk kebutuhan sehari-hari,” singkatnya.(ang/r7)

Pos terkait