Surabaya,(DOC) – Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya memberikan catatan strategis mengenai program beasiswa jenjang PAUD dan TK. Sebagai kota yang mengejar predikat Layak Anak Sedunia, Surabaya tidak boleh hanya mengandalkan bantuan finansial. Beasiswa tersebut wajib menyentuh penguatan karakter dan ketahanan keluarga.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya sekaligus Anggota Komisi D, Ajeng Wira Wati, menegaskan dukungan partainya terhadap program ini. Menurutnya, program ini menjadi investasi kunci untuk mencetak Generasi Emas 2045.
“Kami mendukung penuh beasiswa PAUD-TK ini. Namun, pemerintah kota perlu memperhatikan lima poin krusial agar masyarakat merasakan dampak jangka panjangnya,” ujar Ajeng saat memberikan keterangan di gedung DPRD Surabaya.
Lima Poin Strategis Fraksi Gerindra
Ajeng merinci beberapa usulan konkret yang menuntut aksi nyata dari Dinas Pendidikan maupun dinas terkait:
- Mendorong Kurikulum Karakter: Program beasiswa harus memicu kurikulum yang fokus pada isu anti-bullying, pola asuh masa golden age, serta peningkatan gizi demi memperkuat ketahanan keluarga.
- Menyusun Juknis Transparan: Pemkot Surabaya perlu segera menyusun Petunjuk Teknis (Juknis) agar sosialisasi ke warga lebih mudah. “Pemkot harus memperjelas status penerima, misalnya apakah mereka boleh menerima bantuan ganda seperti PIP atau tidak,” tegasnya.
- Menjamin Keberlanjutan Sekolah: Pemkot wajib memastikan anak-anak penerima bantuan tetap sekolah hingga jenjang berikutnya. Hasil penilaian karakter dan akademis harus menjadi dasar pendampingan saat anak masuk ke jenjang SD.
- Memperkuat Pemetaan ABK: Penanganan dini bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) atau slow learner harus bermula sejak PAUD. Pemetaan ini bertujuan agar anak-anak tersebut mendapatkan penanganan yang tepat saat melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar.
- Memastikan Ketepatan Sasaran: Gerindra meminta verifikasi data yang ketat agar bantuan hanya menyasar warga dalam kategori desil 1-5. Hal ini bertujuan agar skema bantuan selaras dengan program pendidikan di jenjang SMA/SMK dan perkuliahan.
Menuju Kota Layak Anak Sedunia
Langkah ini sejalan dengan ambisi Surabaya untuk menjadi kota ramah anak di level internasional. Fraksi Gerindra berharap beasiswa yang terstruktur mampu membekali anak-anak Surabaya dengan modal fisik, mental, dan intelektual yang kuat.
“Intinya, Gerindra mendukung penuh visi Kota Layak Anak Sedunia. Namun, pemerintah harus menyiapkan segalanya dengan matang, mulai dari pemetaan hingga pendampingan yang berkelanjutan,” tutup Ajeng.(r7)





