Layanan jemput bola di CFD Pemkot Surabaya dan Provinsi Jawa Timur. (Foto: Dinkominfo)
Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengintegrasikan strategi jemput bola untuk mengoptimalisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah taktis ini diwujudkan melalui pembukaan layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di area Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, Minggu (14/6/2026).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya, Rachmad Basari, menegaskan bahwa hadirnya gerai di pusat keramaian ini bukan sekadar memberikan kemudahan akses bagi warga, melainkan strategi besar untuk menggenjot target pendapatan daerah secara masif.
“Kami jemput bola sehingga masyarakat tidak harus ke loket kantor Bapenda. Sambil olahraga dan rekreasi di CFD, mereka bisa langsung menunaikan kewajibannya. Dengan begitu, target pendapatan daerah Kota Surabaya dipastikan akan semakin meningkat ke depannya,” ujar Basari.
Basari menambahkan, optimalisasi pendapatan daerah lewat skema jemput bola ini berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Seluruh hasil pemungutan pajak nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk percepatan pembangunan infrastruktur kota, serta peningkatan
Untuk memaksimalkan serapan pajak, Pemkot Surabaya menyediakan fleksibilitas sistem pembayaran. Warga dapat memilih opsi non-tunai melalui QRIS dan mesin EDC Bank Jatim guna mendukung digitalisasi daerah, namun pembayaran tunai tetap dilayani secara akomodatif bagi warga yang belum akrab dengan sistem digital.
Kolaborasi Strategis dan Dampak Regulasi Opsen PKB
Langkah jemput bola ini juga menjadi momentum implementasi Undang-Undang No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Lewat aturan baru ini, optimalisasi pendapatan daerah kini didukung oleh skema Opsen (pungutan tambahan pajak).
Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Surabaya Selatan, Muhammad Syaifullah, menjelaskan bahwa kehadiran Samsat Keliling di CFD ini berdampak langsung pada kas daerah Surabaya.
“Ketika kami menerima pembayaran PKB tahunan di sini, otomatis Pemkot Surabaya juga langsung menerima Opsen PKB. Ini sinergi yang sangat efektif untuk mengoptimalisasikan PAD kota,” urai Syaifullah.
Strategi jemput bola ini terbukti mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak dibuka pada minggu pagi, tercatat sedikitnya 30 wajib pajak langsung memanfaatkan layanan di tempat.
Program kolaborasi jemput bola ini rencananya akan digelar secara rutin setiap hari Minggu secara bergilir oleh empat UPT PPD yang ada di Surabaya untuk memastikan cakupan layanan yang merata dan optimal.





