Lumajang, (DOC) – Banjir lahar dingin Gunung Semeru kembali menerjang kawasan Lumajang, Jawa Timur, Minggu (2/1/2021). Akibatnya dua orang warga bersama empat kerbaunya terjebak banjir lahar dingin semeru saat berada di pertambangan Rotary Screen Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian.
Dua warga terjebak lahar dingin diketahui bernama Buang dan Suara warga Dusun Purut, Desa Bades, Kecamatan Pasirian.
Danramil 0821/08 Pasirian Lumajang Kapten Arm Ony Arianto mengatakan, pihaknya bersama warga dan relawan akan melakukan evakuasi dua warga desa Bades yang terjebak banjir. Namun, untuk melakukan evakuasi dua warga, masih melihat situasi terlebih dulu, karena kondisi sangat curam dan menghawatirkan.
“Kami bersama relawan akan mengevakuasi, tapi kami masih melihat dulu situasi perkembangan dari pada arus sungai, karena di lihat aliran lahar dingin masih deres, jadi menghawatirkan,” ujar Ony Arianto.
Sementara itu, data berhasil dihimpun BPBD Kabupaten Lumajang, akibat banjir lahar dingin memutus kembali jalur Curah Kobokan menuju Dusun Sumbersari Desa Supiturang Kec. Pronojiwo.
Meluapnya aliran air dari sungai yang berada di belakang rumah warga Dusun Kamar Kajang Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro dan menggenangi jalan Nasional sehingga jalan tidak bisa dilalui. “Melubernya air di jembatan Kali Regoyo Desa Gondoruso Kecamatan Pasirian sehingga tidak bisa dilalui oleh semua kendaraan,” ujar Kabid Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang.
Joko menghimbau kepada masyarakat Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
“Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” pungkasnya.(Imam)





