D-ONENEWS.COM

Berkirim Surat ke Kemenkes, Gubernur Khofifah Ajukan PSBB “Malang Raya”

Malang,(DOC) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa akan mengajukan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah Malang Raya ke Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Pengajuan PSBB untuk wilayah Malang Raya itu, meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

“Kalau melihat indiskasinya sudah memenuhi syarat, sehingga kita segera mengirim surat ke Kementrian Kesehatan untuk mengajukan PSBB di wilayah Malang Raya,” ungkap Gubernur Khofifah di gedung Grahadi Surabaya, Sabtu(9/5/2020).

Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dihadiri oleh tiga kepala daerah di Malang Raya.

“Tadi rapatnya diawali dengan pemaparan dr Windhu Purnomo dari FKM Unair tentang kajian epidemiologi secara keseluruhan kawasan Malang Raya. Dan jika dilihat dari scoring system yang di breakdown dari Permenkes tentang PSBB, maka Malang Raya ini skornya sudah sepuluh, maka sudah saatnya Malang Raya ini diterapkan PSBB,” tegas Khofifah.

Dalam kajian epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dijelaskan, bahwa di Malang Raya sudah terjadi doubling time atau peningkatan kasus menjadi dua kali lipat yang sudah terjadi sebanyak 4 periode di Malang Raya. Hal ini menjadi salah satu bobot pertimbangan yang mengkhawatirkan.

Kedua, angka kejadian kasus konfirmasi covid-19 di Malang Raya sudah mencapai 1,5 per 100.000 penduduk. Dan ketiga pertambahan angka kasus konfirmasi covid-19 di Malang Raya juga diikuti dengan penambahan kasus kematian dari waktu ke waktu.

“Case Fatality Rate (CFR) atau persentase kematian kasus covid-19 di Malang Raya sudah mencapai 7,4 persen. Padahal seharusnya CFR di angka 5 persen saja itu sudah mengkhawatirkan,” jelasnya.

Selain itu di kawasan Malang Raya dalam kajian epidemiologi juga sudah dilihat adanya transmisi lokal yang ditandai dengan terus bertambahnya peta sebaran covid-19 berdasarkan wilayah kecamatan yang kian memerah.

Tercatat di Kabupaten Malang ada 14 kecamatan dari total 33 kecamatan yang masuk zona merah terjangkit covid-19. Kemudian untuk Kota Malang sudah 4 dari 5 kecamatan yang masuk zona merah. Sedangkan untuk Kota Batu ada satu kecamatan dari tiga kecamatan yang statusnya zona merah.

“Berdasarkan Jawa Timur PSBB Score, Malang Raya sudah mencapai skor 10. Kalau skor 0-5 artinya masih bisa karantina individu. Kemudian skor 6-7 bisa karantina individu, dan apabila skor 8-10 maka disarankan PSBB,” terangnya.

Saat ini, Khofifah menegaskan, pihaknya juga sudah mendapatkan detail rencana dari tiga daerah yang akan diterapkan PSBB ini.Perencanaannya sangat komprehensif serta lengkap.

Atas kesepakatan ini, akan segera dilayangkan surat oleh Pemprov Jatim yaitu terkait pengajuan pemberlakuan PSBB di kawasan Malang Raya ke Kementerian Kesehatan. Khususnya setelah lampiran teknis dari masing-masing daerah rampung disusun.

“Nanti akan dilanjutkan penyusunan Perwali dan Peraturan Bupati sebagai landasan hukum jika persetujuan pemberlakuan PSBB disetujui oleh Kementerian Kesehatan,” tandasnya.

Sementara itu, Dewanti Rumpoko, Wali Kota Batu yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut bersama kepala daerah lainnya menyatakan siap untuk melaksanakan PSBB di wilayahnya.

Upaya ini, menurut Dewanti, demi melindungi masyarakat kota Batu agar tak tertular virus corona.

“Di kota Batu khususnya, sudah siap mematuhi penerapan PSBB wilayah Malang Raya. Imbauan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan sampai pemakaian masker akan dituangkan ke Perwali,” katanya.

Penerapan PSBB Malang Raya, tambah Sutiaji Walikota Malang, tidak berlaku untuk beberapa kecamatan di wilayah kabupaten Malang.

“PSBB Malang Raya berlaku keseluruhan hanya di wilayah kota Malang dan Batu saja. Sementara untuk Kabupaten Malang, PSBB hanya diterapkan di 14 kecamatan dari total 33  kecamatan,” katanya.(div/hadi/l6)

Loading...

baca juga