Bupati Lumajang Tanggapi Komentar Bupati Boltim

Lumajang,(DOC) – Viral pernyataan video Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Lanjar langsung ditanggapi Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq.

Dalam video beredar Bupati Boltim Sehan Salim Landjar menyatakan Yakni soal sulitnya warga desa untuk mendapatkan bantuan karena harus membuka tabungan di bank. dan memberikan beras untuk membantu warganya sebanyak 15 kilogram beras, dan menyebut Lumajang hanya memberikan 5 kilogram dan menyiapkan beras sebanyak 23 ton saja.

Bacaan Lainnya

“Bupati Lumajang anda hanya kasik 5 kilogram, Saya kasik 15 kilogram beras kepada warga saya. Saya tidak potong gaji PNS, karena gaji PNS milik keluarganya,” ujar Sehan Salim Landjar.

Terkait dengan pernyataan dari Bupati Boltim dalam video yang beredar, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq menyebutkan tentang mendapatkan bantuan karena harus membuka tabungan di bank.

“Jangan salah Bupati Boltim, soal tabungan, saya kasih cara bagus di Lumajang. Kita di Lumajang cukup panggil banknya, kita siapkan wifi-nya, mereka tinggal bawa laptop dan alat geseknya. Jadi masyarakat tinggal hadir di kecamatan membuat rekening bank,” kata Thoriq.

“Hal itu bisa kita lakukan, ini adalah cara. Kalau mikir ruwet ya kayak gitu, udah gak zaman jauh-jauh ke bank, buku tabungan. Cukup panggil kepala cabang banknya. Tapi ini ada sinyal gak di sana ya (Boltim)? Kalau ada beres. Jadi ini uda gak zamannya buku tabungan, udah berubah zamannya. Who is problem, ayolah Pak bupati kalau ada vidcon (video conference) dengan menteri didengarkan, ditelaah. Saya ini sering ke lapangan, saya ini masih kasih bantuan, tapi kalau ada vidcon saya tetap sempatkan ikut,” imbuhnya.

Bupati Lumajang juga menanggapi terkait bantuan beras. Dimana Sehan Salim Lanjar yang menilai bantuan Pemkab Lumajang dalam mengatasi dampak Covid-19, lebih kecil dibandingkan dengan bantuan yang diberikan oleh Pemkab Boltim.

Baca Juga:  Program Seratus Hari Kerja Menata Ulang Birokrasi

Thoriqul Haq menyebutkan, di Bolaang Mongondow Timur hanya memiliki 7 kecamatan dengan 80 ribu penduduk. Bila dalam hitungan KK sekitar 35 ribu.

“Di sana 7 kecamatan dengan 35 ribu KK, paling sama kayak 1 kecamatan di Pasirian tentu urusannya beda. Yang diurus beda, masalahnya beda. Kalau di Lumajang cukup camat yang ngurusi 35 ribu KK,” ujar Bupati Lumajang.

APBD antara Lumajang dan Boltim Beda. karena Lumajang lebih banyak dalam urusan APBD karena memiliki PAD yang lebih banyak.

“APBD beda, di Boltim paling Rp 600 miliar lebih, kalau di Lumajang Rp 2,6 triliun, tentu beda,” jelas Cak Thoriq.

Soal bantuan yang diberikan kepada masyarakat, Bupati Lumajang mengajak Sehan untuk mendapatkan info yang benar.

“Masa Lumajang dibilang 23 ton, kita penduduk Lumajang sekarang 1,2 juta,” jelas cak Thoriq.

Dia menyebutkan, bahwa sampai saat ini Lumajang sudah menyalurkan hampir 700 ton beras dari berbagai program, mulai dari program Ngramut Tonggo, bantuan Baznas, bantuan dari ASN dan anggaran Dinas Sosial, caranya dengan memanfaatkan hasil panen dari petani di Lumajang.

“Lumajang ini adalah daerah yang produksi tananaman padi yang surplus. Sawah lahan ada di Lumajang lahannya hampr 500 ribu hektar. Jadi Surplus beras 400 ribu ton setiap tahun. Dari situ kita membeli. Soal kwalitasnya ada yang premium, ada yang medium, sesuai dengan yang ditanam dan petani, kan beras dari petani kita sendiri,” kata Bupati.

Lumajang tidak memberikan bantuan minyak goreng, hanya fokus ke beras.

“Karena itu harus menyelesaikan masalah petani dan masyarakat. Kalau tidak diselesaikan siapa yang beli beras petani? Untuk sekarang kita siapkan 600 ribu ton beras petani untuk didistribusikan. Jelas beda wilayah dengan jumlah penduduk 1,2 juta dengan 80 ribu,” pungkas Bupati Lumajang.(imam)

Pos terkait