D-ONENEWS.COM

Dugaan Penyimpangan Jasmas Jilid II Nilainya Lebih

Foto ; Kajari Tanjung Perak Rachmat Supriady

Surabaya,(DOC) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak tak akan berhenti mengusut dugaan penyimpangan dana hibah dari pemerintah ke warga yang di himpun melalui Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2016 oleh lembaga legislatif.
Berbeda dengan proyek Jasmas sebelumnya, pada pemeriksaan Jasmas Jilid II ini, terdapat sejumlah proyek fisik hasil Jasmas yang nilainya ratusan miliar rupiah.
Kepala Kejari Tanjung Perak Surabaya, Rachmad Supriady menyatakan, kasus Jasmas pertama nilainya cuma Rp 12 milliar.
Pada kasus Jasmas jilid II nilainya mencapai seratus milliar rupiah lebih yang tersebar di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkot Surabaya.
“Kerugian negara pada kasus Jasmas pertama sebesar Rp. 5 milliar. Dikasus Jasmas jilid II potensinya lebih besar lagi. Dana ratusan miliar itu dibagi perkegiatan nilainya seratus jutaan,” ungkap Kepala Kejari Tanjung Perak.
Untuk memeriksa adanya dugaan penyimpangan dana Jasmas jilid II, kata Rachmad, dibutuhkan ketelitian untuk memilah satu-persatu modus operandinya, meskipun penyidik sudah mengantongi alat bukti berupa data.
“Untuk proyek Jasmas yang lain masih kita carikan bukti, apakah ada penyimpangan apa tidak, tapi saya himbau kepada semua pihak, target kita bagaimana kembalikan kerugian negara sebesar-besarnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, hasil pengumpulan bahan dan keterangan di lapangan, penyidik Kejadi Tanjung Perak Surabaya sudah mulai menemukan titik terang dan bahkan mengerucut pada satu kegiatan disalah satu SKPD dilingkungan Pemkot Surabaya yang menjadi leading sector pencairan dana Jasmas paling besar.
“Masih kita pantau. Rata-rata berupa proyek fisik,” pungkasnya.
Seperti diketahui, baru saja Kejari Tanjung Perak telah menuntaskan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya untuk program Jasmas pengadaan terop, meja kursi dan sound sistem.
Dalam kasus ini, terdapat 6(enam) tersangka mantan anggota dan mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya periode 2014-2019 yang sudah meringkuk di cabang Rutan klas I Surabaya di Kejati Jatim.(div)

 

 

 

Loading...

baca juga