Surabaya, (DOC) – Hujan deras di sertai angin kencang yang melanda Surabaya pada Rabu sore (18/12/2024) menyebabkan atap “Gedung Setan” roboh. Bangunan tua di Jalan Banyu Urip Wetan itu kini dinyatakan berbahaya.
Petugas BPBD Surabaya segera mengevakuasi penghuni gedung ke tempat aman. Mereka juga mendirikan tenda darurat, mengirim bantuan, dan mengamankan area. Gedung tersebut sementara di larang untuk dimasuki.
Sulastri (42), salah satu penghuni lantai dua, mengungkapkan bahwa atap mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan sekitar pukul 17.00 WIB. Genting yang mulai rontok membuat ia, anaknya, dan beberapa tetangga segera turun ke bawah.
“Anak saya meminta saya pulang cepat. Saat tiba, genting terus rontok. Saya langsung mengemasi barang-barang penting,” ujarnya.
Ia juga mendengar tetangganya berteriak memperingatkan penghuni lain.
“Waktu turun, suara atap roboh makin jelas. Setelah sampai bawah, terdengar suara brak, brak, brak,” katanya.
Gedung Setan telah di huni keluarganya sejak zaman kolonial Belanda. Suaminya bahkan lahir dan besar di sana. Sulastri sendiri tinggal di bangunan tersebut sejak 2011.
Akibat kejadian ini, 60 jiwa dari 18 Kepala Keluarga (KK) diungsikan ke Balai RW setempat.
Harapan Penghuni dan Tanggapan Pemerintah
Sulastri berharap gedung itu dapat segera diperbaiki. “Kalau aman dan layak huni, kami ingin kembali tinggal di sini,” katanya.
Camat Sawahan, Amiril Hidayat, menjelaskan bahwa perbaikan gedung masih perlu di koordinasikan. “Gedung ini bukan aset pemerintah atau milik pribadi. Kami perlu kajian lebih dalam,” katanya.
Ia menambahkan bahwa bangunan tersebut sangat tua dan berisiko tinggi. “Alternatifnya mungkin perlu di bongkar total untuk mencegah bahaya,” ujarnya. (r6)





