D-ONENEWS.COM

Jual Buah-buahan Langka, GeoFresh Hadir di Surabaya

Surabaya, (DOC) – Kini hadir toko buah unik di Kota Surabaya. Di sini menjual buah-buahan yang tak pernah ditemui di supermarket hingga pasar tradisional. Seperti melon berbentuk kotak hingga sawo berukuran jumbo.

Toko buah yang berlokasi di Dharmahusada Indah Barat I no 3H ini bertajuk GeoFresh. Saat memasuki toko, mata disuguhkan sejumlah buah yang jarang diketahui. Mereka menyebutnya forbidden fruit atau buah-buahan terlarang.

Founder GeoFresh, dr Geo Ferdy mengatakan forbidden fruit memiliki filosofi buah pengetahuan. Geo menceritakan hal ini terinspirasi dari kisah di Taman Eden. Di sana ada buah terlarang, seseorang yang memakannya bisa tahu segalanya.

“Kalau ada customer yang makan di forbidden fruit, akan mendapat pengetahuan jika di Indonesia itu ada begitu banyak buah-buahan, sangat beragam, itu membuktikan Indonesia tanahnya begitu subur dan baik untuk kita,” ujar Geo di Surabaya.

Di station forbidden fruit ini, lanjut Geo, ada sejumlah buah yang jarang ditemui masyarakat. Misalnya salak gading. Biasanya, salak memiliki warna cokelat. Namun, salak gading ini berwarna cokelat kehijauan.

“Salak pondoh yang biasanya warna coklat dari Jawa Tengah, di Geo Fresh ada salak pondoh gading warnanya ijo muda. Rasanya ada asam, ada manis, manfaatnya bisa menurunkan kadar asam urat,” papar Geo.

Tak hanya salak, Geo mengatakan yang cukup menjadi best seller yakni melon kotak. Dia pun ingin mengembangkan melon berbentuk hati untuk edisi valentine nanti.

“Ada melon yang biasanya bentuknya bulat, kita membentuknya kotak. Kalau valentine kita akan mengeluarkan bentuknya love,” tambahnya.

Lalu, di sini juga menjual aneka sapote atau sawo. Namun yang membedakannya, sawo di GeoFresh berbentuk jumbo. Ada mamey sapote atau sawo jumbo yang isinya berwarna oranye.

“Kita juga ada black sapote, sawo yang isinya berwarna seperti pudding cokelat,” tambahnya.

Selain melon hingga sawo, ada pula buah naga berwarna kuning, nanas jumbo hingga alpukat jumbo.

Seluruh buah ini ternyata hasil panen dari petani binaan GeoFresh. Para petani mendapat pelatihan khusus agar cara menanamnya berstandar dan lebih ramah lingkungan.

“Ini ditanam petani binaan GeoFresh. Jadi kita nggak perlu takut, karena kita ada standarisasi, pertama kita nggak boleh menggunakan pestisida, yang kedua nggak boleh pakai bahan kimia,” ungkapnya.

Geo memaparkan buah-buahan ini semuanya langsung dari petani, jadi tanpa perantara. Harapannya, hal ini bisa mendukung pertanian Indonesia dan membuat petani bisa sejahtera.

“Siklus pertanian sendiri terlalu banyak rantai bisnisnya, mulai dari petani, ada pengepul, lalu supplier, supplier ke supermarket baru ke user. Ini membuat petani mendapat bagian yang terkecil dari buah-buahan di Indonesia,” beber Geo.

Jika petani sejahtera, mereka bisa lebih giat menanam dan menghasilkan buah-buahan yang sehat.

“Kita berharap ketika manusia sudah sehat secara fisik dan psikis, akan membuat bumi ini menjadi lestari,” pungkasnya. (angg/fr)

Loading...

baca juga