D-ONENEWS.COM

Oknum Kades dan Perangkat Desa Ditetapkan, Diduga Lakukan Pungli 

Lumajang,(DOC) – Oknum Kepala Desa dan Kasi Pemerintahan Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko tampak tertunduk lesu usai melakukan dugaan penarikan pungutan liar (pugli).

Oknum Kepala Desa Mojosari adalah GS, sedangkan Kasi Pemerintahan Desa Mojosari IF saat ini sudah ditetapka sebagai tersangka oleh Polisi atas dugaan melakukan pungutan liar berkedok pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Modus yang dilakukan kedua tersangka ini memberikan kewajiban kepada pemohon PTSL untuk lebih dulu mengurus akte tanah terlebih dahulu.

“Untuk melakukan pengurusan PTSL tidak di wajibkan untuk mengurus akte tanah,” ujar Kapolres Lumajang AKBP Boy Jeckson Situmorang saat menggelar konferensi pers, Senin (29/5/2023).

Boy JS mengatakan, kedua oknum ini melakukan penarikan pada setiap bidang tanah dengan harga bervariasi.

‘Harga yang dipatok untuk setiap akte tanah mulai dari Rp Rp.2.250.000 sampai Rp 11.100.000 ,” ujarnya.

Dalam kasus ini, Polisi sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi terhadap 71 orang sebagai pelopor, perangkat desa atau tim pokmas 18 orang, operator 2 orang.

“Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan ahli 5 orang diantaranya, BPRD, bidang hukum, inspektorat, DPMD, dan BPN,” ungkapnya.

Sebelumnya, keduanya diamankan Polisi Kades dan Kasi Pemerintahan Desa Mojosari diamankan Polisi setelah warga melakukan aksi demo di Kantor Balai Desa Mojosari pada bulan April 2023 terkait dugaan pungli.

“Keduanya diamankan Unit Tipikor Satreskrim Polres Lumajang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), setelah warga melakukan aksi demo untuk meminta kembali uang kepengurusan PTSL,” ujar Kapolres Lumajang.

Polisi mengamankan barang bukti 88 akte tana yang dibuat oleh pejabat pembuat akta tanah sementara (PPATS), 2 buku catatan daftar penerima PTSL, 1 komputer untuk pembuatan akte, kwitansi penerimaan uang dari masyarakat ke Kepala Desa, dan uang tunai Rp 72.200.000.

“Saat ini keduanya ditahan di Mapolres Lumajang. Dalam waktu dekat, polisi akan segera menggelar perkara di Kejaksaan Negeri Lumajang,” ungkap Boy.(imam)

Loading...

baca juga